Palembang, PosKita.id – Kitab suci Alquran menjadi petunjuk utama bagi umat Islam menuju ke kehidupan yang diberkahi Allah SWT.
Di mana, Alquran yang menjadi firman Allah SWT yang diturunkan ke Nabi Muhammad SAW, yakni melalui perantara Malaikat Jibril selama 23 tahun di Mekkah dan Madinah.
Kitab suci Alquran menjadi wahyu terakhir dan penyempurna ajaran agama-agama yang diturunkan ke para Nabi sebelumnya, yakni Nabi Musa As dan Nabi Isa As.
Alquran juga merupakan mukjizat terbesar yang diterima Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi bukti tentang kebenaran Islam dan ketuhanan Allah SWT.
Namun bagaimana keberadaan Alquran setelah hari kiamat kelak? Apakah Alquran akan tetap bertahan di muka bumi atau ikutan lenyap?
Dilansir dari dalamIslam.com, akan datang suatu masa jika nanti Alquran akan diangkat kembali ke langit dan tidak akan tersisa satu ayat pun di muka bumi.
Alquran juga akan hilang dari ingatan manusia serta lembaran-lembaran mushaf Alquran juga akan kosong. Di hari kiamat, ajaran Islam akan memudar secara perlahan.
Hingga di puncaknya, aktifitas umat Islam seperti salat, puasa, haji dan sedekah tidak akan dikenal orang lagi, di situlah dimulai hari kiamat, yang merupakan akhir dari nasib Alquran.
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Islam akan pudar secara perlahan seperti pudarnya sulaman baju sehingga puasa, shalat, haji, dan sedekah tidak lagi dikenal. Alquran juga akan diangkat dalam satu malam sehingga tidak ada satu ayat pun tersisa di muka bumi,”.
HR. Ibnu Majah dan Hakim: “Orang-orang lanjut usia yang tersisa dari umat manusia akan berkata “Kami mendapati orang-orang tua kami mengucapkan kalimat “Laa ilaha illallah” maka kami pun ikut mengucapkannya,”.







