Tim Pencari Fakta Kunjungi Pulau Kemaro, Banyak Ditemukan Fakta Baru

News, PALEMBANG, Ragam2474 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Tim pencari fakta Pulau Kemaro melakukan kunjungan ke Pulau Kemaro, Palembang, Sabtu (14/3) guna melihat langsung kondisi Pulau Kemaro dan melihat Kelenteng Yayasan Topekong Kramat Pulau Kemaro sekaligus menggali fakta dan sejarah yang ada di Pulau Kemaro.Dalam kunjungan tersebut tim menemukan banyak fakta baru di Pulau Kemaro.

Tim pencari fakta Pulau Kemaro di pimpin Ahmad Dailami didampingi budayawan kota Palembang Vebri Al Lintani, sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji, Azim Amin (Zuriat Saudagar Yu Ching 3-4 Ulu), Ketua Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Yanti Muchtar., Muhamad Rustam (dari Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , Mang Dayat (Youtuber).

Menurut juru kunci Kelenteng Yayasan Topekong Kramat Pulau Kemaro, Burhan mengatakan di Pulau Kemaro ada dua agama Budha dan Islam (muslim).

“Makam Siti Fatimah dan Tan Bun An itu dua-duanya muslim, kalau makan kiri kanannya itu makam dayang dan pengawalnya,” katanya.

Menurutnya yang berziarah ke Pulau Kemaro adalah mereka dari agama Budha, Islam.

“ Kalau muslim yang datang kesini baca fateha, ngirim doa, kalau yang budha khan jelas pasang garu semuanya dia pasang,” katanya.

Kelenteng ini menurutnya dibangun saat orangtuanya masuk Pulau Kemaro tahun 1947 saat itu menurutnya sudah ada bentuk kelenteng cuma dulu terbuat dari kayu lalu di permanenkan tahun 1960 dan selesai tahun 1962 dan dipugar tahun 2010 sampai sekarang.

“Memang dulu ada tulisan arab melayu tapi artinya tetapi artinya tetap tidak di hilangi tetap Yayasan Topekong Kramat Pulau Kemaro dan tahun 1975, 1976 diubah huruf arab melayunya saran dari Departemen Agama, mereka bilang ini bukan masjid tapi Kelenteng, jangan sampai di sangka orang ini masjid, Kelenteng ini,” katanya.

Burhan mengaku berada di Pulau Kemaro sejak 1969 sejak di boyong orangtuanya ke Pulau Kemaro pada waktu itu umurnya dua tahun kelahiran di 16 Ilir tapi orang tuanya tahun 1947 sudah berada di Pulau Kemaro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *