oleh

Alasan AS Bisa Terancam Kehabisan Uang pada 18 Oktober

Jakarta, PosKita.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyatakan Negeri Paman Sam terancam kehabisan uang tunai pada 18 Oktober mendatang bila Kongres tak segera menyetujui kenaikan plafon utang.

Pernyataan Yellen tersebut meningkatkan risiko bahwa AS bisa gagal membayar utangnya dalam hitungan minggu jika Washington tidak segera bertindak. Ia menambahkan bahwa proyeksi tersebut didasarkan dari pembayaran pajak.

Gagal bayar atau default kemungkinan akan menjadi bencana besar, menyebabkan ketakutan pasar dan ekonomi, serta menunda pembayaran ke jutaan orang AS.

“Tidak pasti apakah kita dapat terus memenuhi semua komitmen bangsa setelah tanggal itu,” tulis Yellen dalam sebuah surat, dikutip dari CNN Business, Selasa (28/9).

Peringatan tersebut ia buat mengingat besarnya arus kas Pemerintah AS, arus kas kotor harian pemerintah di luar pembiayaan secara rata-rata hampir US$50 miliar per hari selama setahun terakhir. Bahkan, arus kas telah melampaui US$300 miliar.

“Penting untuk diingat bahwa perkiraan mengenai berapa lama sisa tindakan luar biasa dan uang tunai dapat bertahan dengan berbagai pergerakan yang tak terduga,” tulis Yellen.

Peringatan Yellen bahwa batas waktu 18 Oktober merupakan perkiraan karena arus kas pemerintah federal bergantung pada variabilitas yang tidak dapat dihindari.

“Ketidakpastian ini menggarisbawahi pentingnya tidak menunggu untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang. Keyakinan penuh dan utang AS harus dipertaruhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan AS memperkirakan akan kehabisan uang tunai dan manuver akuntansi pada Oktober mendatang. Peringatan itu datang beberapa jam setelah Partai Republik di Senat memblokir RUU yang akan menangguhkan batas utang.

Risiko yang dikhawatirkan adalah Kongres kehabisan uang tunai lebih awal dari yang diharapkan dan ini menyebabkan default yang tidak disengaja.

Sumber : CNN Indonesia

Komentar

Berita Terbaru Lainnya