oleh

Baim Wong-Kakek Suhud dan Jebakan Citra Dermawan Seleb

Jakarta, PosKita.id – Akademisi antropologi menilai keributan yang terjadi akibat aksi Baim Wong terhadap seorang kakek bernama Suhud adalah buah dari ‘jebakan’ citra dermawan sejumlah selebritas di dunia maya.

Baim Wong adalah salah satu selebritas yang dianggap dermawan oleh netizen, lantaran ia kerap menunjukkan berbagai aktivitas berbagi di kanal YouTube miliknya, Baim Paula.

Namun aksi Baim baru-baru ini memarahi kakek Suhud dan menyebutnya sebagai pengemis seolah kontradiktif dengan citra yang selama ini telah terbangun.

Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, Heddy Shri Ahimsa-Putra, sejatinya ragu kejadian antara Kakek Suhud dan Baim Wong sungguh terjadi dan bukan rekayasa.

Akan tetapi, bila benar terjadi, Kakek Suhud dianggap sebagai salah satu contoh orang-orang yang terjebak dengan citra selebritas dermawan yang kerap diangkat oleh sejumlah pesohor Indonesia.

“Jadi orang-orang percaya Baim Wong itu pemurah karena orang-orang melihat kehidupan sehari-hari Baim Wong yang dia pemurah, sehingga orang terjebak dalam citra itu,” ujar Heddy, Rabu (13/10).

“Akhirnya orang mengira Baim Wong adalah orang yang pemurah, salah satunya adalah kakek ini yang datang. Tapi lho kok ternyata tidak begitu,” lanjutnya.

Heddy menyebut beragam gempuran reality show yang menunjukkan kedermawanan para selebritas ini kemudian membangun sebuah pola pikir bagi penggemarnya.

Pola pikir tersebut mendorong publik, yang percaya akan konten tersebut, terdorong meminta bantuan kepada si selebritas tanpa tahu bahwasanya kebaikan itu hanyalah konten semata.

Terlebih konten tersebut juga kerap menyisipkan kemewahan dan keglamoran hidup pada artis, yang akhirnya membuat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin terlihat menjadi semakin lebar.

“Karena melihat mereka [artis] mau membantu tanpa diminta,” kata Heddy. “Jadi ada yang berpikir ‘mestinya kalau saya datang ke rumahnya untuk meminta akan mudah diberi’.”

“Jadi ada masyarakat yang terjebak dengan image itu, karena ada yang menganggap (konten) itu real dan salah satunya Kakek Suhud tadi,” lanjut Haddy. “Jadi dia salah satu yang terjebak dengan tayangan itu, mungkin dia memang butuh duit,”

Meski begitu, Heddy menilai perilaku seperti Kakek Suhud ini merupakan gambaran yang sudah lama terjadi di masyarakat.

Heddy mengatakan bahwa selama kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin masih lebar, maka akan selalu ada orang yang datang meminta sumbangan.

Ia bahkan meyakini fenomena orang-orang yang terjebak dengan konten reality show tentang tokoh publik yang dermawan juga bisa terjadi pada siapa saja.

Sumber : CNN Indonesia

Komentar

Berita Terbaru Lainnya