Prokes covid-19 palembang
oleh

Breaking News: Mantan Bupati Muara Enim Tersangka Kasus Proyek Fiktif Alih Lahan

#3 TSK Digelandang ke Lapas Pakjo

Palembang, PosKita.id –  Mantan Bupati Muara Enim periode 2014-2018 Ir Muzakir Sai Sohar beserta tiga orang lainnya yakni HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda yang merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban SH MH selaku konsultan, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Kamis (12/11) malam.

Keempatnya diduga bersama-sama terlibat kasus suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di kabupaten muara enim tahun 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,8 Miliar lebih.

Saat ini keempat tersangka ditahan sesuai dengan Sprindik nomer 01,02,03,04/L.6/P.d 1/II/2020 atas kasus dugaan tindak pidana Korupsi Alih Fungsi Lahan hutan Produksi menjadi  hutan tetap, penunjukan langsung, suap dan gratifikasi lahan di wilayah Muara Enim tahun 2014.

Kasipenkun Kejati Sumsel Khaidirman SH MH mengatakan dari 4 tersangka, 3 orang ditahan di sel rutan Pakjo, sedangan 1 orang lainnya jadi tahanan kota

“Namun untuk tersangka Muzakir ditetapkan sebagai tahanan kota lantaran hasil Rapid Tes Reaktif sedangkan tiga lainnya dilakukan penahanan di sel Rutan Tipikor klas 1 A Pakjo Palembang”, ujarnya.

Diterangkan Khaidirman, para tersangka ini dianggap melanggar pasal 2 (1) UU No 31 tahun tentang tindak pidana Korupsi yang berbunyi Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah), serta pasal 12 Huruf b ayat (2)UU no31/1999 dan UU 20/2001 berbunyi Penerima gratifikasi diancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Baca Juga ini Mas:  Prajurit TNI Kodim 0418/Palembang Bantu Ibu Sopiah Pindahkan Barang

Sementara itu,  Plt Kejati Sumsel Oktavianus saat rilis kasus mengatakan dalam pemeriksaan tim pidsus Kejati Sumsel mendapati sejumlah kerugian negara, proyek tersebut merupakan proyek fiktif sehingga pihaknya beranggapan ada total lost atau tidak ada kegiatan sama sekali.

“Selanjutnya dari hasil pemeriksaan itu, tim penyidik dari Kejati Sumsel mengambil kesimpulan dan melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka tersebut agar mempermudah proses penyidikan lebih lanjut, serta untuk menghindari yang bersangkutan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan tindakan tidak koperatif,” tuturnya.

“Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp 200 juta dalam rekening, saat ini dari empat tersangka ini belum ada pengembalian kerugian negara,” katanya.

Sementara, Aspidsus kejati Sumsel, Zet T Allo SH MH mengatakan keempat orang tersangka mempunyai peran masing-masing, dua orang tersangka yakni dari PT mitra ogan dan ada satu orang konsultan dan juga pejabat negara.

“Dua orang dari Mitra Ogan ini perannya yakni mengeluaran dana Rp 5,8 M lebih dan membuat seolah ada proyek untuk mengurus perizinan dan seolah olah itu ada, setelah dicairkan diserahkan kepada oknum pejabat di kabupaten Muara Enim,” pungkasnya . (red)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya