Edarkan Sabu Ditempat Tinggalnya, Agus Diringkus Polisi BB Ditemukan Di Rak Piring 

Kapolsek Ilir Timur II Kompol Fadilah Ermi Ersa Yani SIK memimpin pres rilis kasus narkoba

Palembang, Poskita.id — Baru sekitar tiga bulan melakoni bisnis jual beli sabu sabu ditempat tinggalnya M Agus Surono (32) warga Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kidul Darat, Kecamatan Ilir Timur II Palembang ini diringkus anggota Reskrim Polsek Ilir Timur II dengan bisnis haramnya tercium.

Dari tangan tersangka polisi menemukan barang bukti delapan paket sabu seberat 6,97 gram yang disimpan di rak piring dapur rumahnya.

Kapolsek IT II, Kompol Fadilah Ermi Ersa Yani SIK S Sos mengatakan penangkapan pelaku berkat informasi masyarakat terkait seringnya transaksi narkoba disekitar kediaman pelaku dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

“Dari laporan itulah anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti sabu yang telah di paket kan seberat 6,97 gram,” ujarnya, Selasa (20/9).

Berdasarkan pengakuan pelaku narkoba yang diedarkannya merupakan titipan dari bosnya (bandar,red) untuk dijualkan. “Setelah terjual habis, dari keterangan pelaku ke kita uangnya hasil penjualan Rp7 juta dan keuntungannya Rp1 juta,” katanya.

Pelaku sendiri sudah tiga bulan terakhir mengedarkan sabu disekitar tempat tinggalnya. “Mereka yang membeli datang langsung ke rumah pelaku. Barang bukti yang kita amankan ini belum sempat di pecah-pecah pelaku jadi paket kecil, untuk bandar nya sendiri masih dalam pengejaran anggota kita,” ungkapnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu, turut diamankan barang bukti satu buah timbangan digital, satu bal plastik klip bening kecil, satu buah bekas kotak rokok tempat penyimpanan sabu, dan uang tunai Rp150 ribu.

“Atas ulahnya pelaku kita ancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara, karena barang bukti yang diamankan di atas 5 gram sabu,” jelas Kompol Fadilah.

Baca Juga ini Mas:  Terkait Bantuan Rp. 2 Triliun Anto Bambang Utoyo Dukung Kapolda Sumsel

Sementara itu, pelaku Agus mengaku selain menjual, ia juga menggunakan sabu dari keuntungan yang ia dapatkan. “Selain menjual barang itu, saya juga menggunakannya,” aku dia saat dihadirkan dalam press release di halaman Mapolsek IT II Palembang.

Dirinya menjelaskan, bahwa delapan paket yang diberikan bisa 10 hingga 20 hari dan kebanyakan pembeli adalah teman seprofesi di kapal. “Barang ini diantarkan bos saya berinisial D ke rumah, kemudian saya sembunyikan di rak piring,” aku dia.

Dirinya menuturkan, bahwa keluarganya tidak mengetahui kalau ia menjual sabu. “Keluarga saya tidak tahu kalau saya jual sabu karena transaksi di Jalan, dan uang hasilnya saya gunakan untuk kebutuhan keluarga,”tutupnya.(pfz)

Pos terkait

Comment