Istri Almarhum Candra Berjuang Cari Keadilan Ke Propam Polda Sumsel

Cari Keadilan

Lahat, Poskita.id – Septa Usdiana (38) istri dari almarhum Candra Widodo terus mencari keadilan atas kematian suami yang dianggap janggal dan tak wajar, dari proses penggerebekan dan pengungkapan penyalahgunaan narkotika di Lahat di kediaman tersangka Fadel yang telah berhasil diamankan Satres narkoba Polres Lahat.

Gandeng kuasa hukum Redhi Setiadi S.H dari Kantor Hukum Polis Abdi Hukum, Septa mendatangi Satreskrim Polres Lahat untuk memberikan keterangan di unit Pidum Polres Lahat terkait laporan dugaan tindak pidana umum yang dialami suami yang telah dilayangkan pada hari Minggu, (30.04.2024) lalu.

Laporan kedua juga sudah dibuat Septa Usdiana ke Propam Polda Sumsel, pada hari Senin, (13.05.2024) adapun laporan yang dibuat perihal adanya dugaan pelanggaran SOP dan Kode Etik Polri pada saat penggerebekan yang berujung pada berpulangnya Candra Widodo menghadap Sang Pencipta.

Dibincangi usai memberi keterangan di Satreskrim Polres Lahat, melalui kuasa hukumnya, menjelaskan bahwa kehadirannya hari ini sebagai tindak lanjut dari perjuangan untuk mendapat keadilan atas meninggalnya suami.

“Hari ini kita ke Unit Pidum bersama istri almarhum Candra Widodo, dalam rangka memberikan keterangan ke penyidik untuk kepentingan proses penyelidikan yang dilakukan Polres Lahat atas laporan yang telah kita buat perihal pelanggaran tindak pidana umum, rentetan peristiwa yang menyebabkan suami klien saya meninggal dunia,”jelas Redhi Setiadi S.H.

Disampaikan Redhi, ia menduga dari tanda-tanda di tubuh korban pada saat meninggal, bahwa adanya tindakan melawan hukum yang diduga kekerasan penganiayaan dilakukan anggota Satres Narkoba Polres Lahat yang mana telah menyebabkan suami dari kliennya meninggal dunia.

“Kami menduga dari ciri-ciri fisik yang kami dapati, ada luka robek di kepala, luka lebam di bagian tubuh, serta adanya bekas ikatan di tangan almarhum entah itu tali atau borgol. Sebelum meninggal kami menduga adanya kekerasan berupa penganiayaan, yang dialami almarhum,”bebernya.

Tadi, dikatakan Redhi ia bersama klien sudah menemui Kapolres Lahat untuk meminta proses hukum terkait laporannya agar benar-benar dapat diperhatikan dan berjalan secara transparan dan profesional.

“Kapolres Lahat menyambut baik kehadiran kami, kami apresiasi atas sikap Kapolres Lahat yang sudah tanggap terkait pengaduan laporan dari klien kami. Kami juga sudah melaporkan masalah ini ke Propam Polda Sumsel, terkait adanya pelanggaran SOP dan Kode Etik yang dilakukan oknum petugas Satres Narkoba Polres Lahat,”bebernya.

Kapolres Lahat AKBP God Parlasro S.H SIK M.H dibincangi, mengatakan kedatangan istri almarhum Candra Widodo ke Polres Lahat guna memastikan proses hukum pelaporannya di Satreskrim Polres Lahat. God Parlasro menegaskan sesuai komitmen awalnya bakal memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan.

“Saya pastikan proses hukumnya berjalan transparan, kalau terbukti adanya kekerasan berupa penganiayaan yang dilakukan anggota saya hingga menyebabkan kematian almarhum Candra, saya dengan tegas akan menindak anggota sesuai aturan yang berlaku,”pungkasnya.(Dwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *