Kadesnya Tersandung Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Lahat Diminta Turun Ke Desa Muara Danau

Berita, Daerah, Lahat, SUMSEL96 Dilihat

 

Lahat, Poskita.id – Tes Urine masal kepada seluruh Kepala desa di Kabupaten Lahat beberapa bulan lalu yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Lahat, Kabupaten Lahat bekerjasama dengan pihak Pemkab Lahat juga melibatkan Polres lahat serta dinas kesehatan masih menjadi perbincangan hangat di warga Bumi Seganti Setungguan.

Beragam pertanyaan timbul karena beberapa Oknum Kepala Desa dinyatakan positif test urinenya mengkonsumsi narkoba, baik narkoba jenis ganja maupun sabu. Harga yang mahal harus dikeluarkan untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Bahkan tidak sedikit yang berasumsi, barang haram tersebut bisa saja didapat dengan cara menggunakan uang yang bersumber dari dana desa. Tentu cukup beralasan, dengan berkurangnya dana desa dibuat untuk kepentingan pribadi maka pembangunan di desa pun pasti terkendala.

Sebagai contoh, Informasi terangkum, Desa Muara Danau, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat pembangunan yang menggunakan dana desa dirasa warga belum maksimal tersalurkan untuk pembangunan.

Asumsinya, dengan turut serta Kepala desa Muara Danau Marwansyah pada saat test urine dinyatakan positif konsumsi narkoba, tak sedikit menimbulkan isu negatif, warga menduga duga wajar pembangunan tak merata kalau pemimpin sendiri terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau kata lainnya memakai narkoba.

Media Poskita.id mencoba mencari informasi tersebut, hari ini Minggu, (23.11.2025) salah satu sumber yakni anggota Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Muara Danau, dirinya mengatakan dalam proses penyaluran Dana Desa untuk pembangunan di desa ia mengaku tidak pernah mengetahui dan jarang terlibat bahkan keterlibatan dirinya dalam pengawasan dana desa bisa dihitung menggunakan jari.

“Yang aku tau Ado waktu itu tahun 2022 kalau tidak salah pembangunan sumur bor untuk desa, itupun Idak selesai katakanlah tidak bermanfaat karena tidak ada airnya, cuma satu yang ada air yakni sumur bor di belakang kediaman rumah kades,”jelasnya.

Ia membeberkan lebih jauh, untuk setiap kebijakan pembangunan kebanyakan tidak pernah ia dan anggota lainnya dilibatkan. Ia bahkan menuding semuanya dikondisikan, pun ketika Musdes konsep kemana aliran dana desa bakal disalurkan sudah jadi.

“Paling ketua BPD tula yang tau, kalau kami kebanyakan anggota idak tau dan kalaupun diikutkan, datang lah ado konsepnyo alias tinggal digaweka, intinya kami dak banyak tau, yang tau Kades dengan ketuo itulah,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *