oleh

Kejagung Terbitkan Sprindik Korupsi Asabri Tanpa Tersangka

Jakarta, PosKita.id – Penyidik pidana khusus kejaksaan agung secara resmi telah melakukan proses penyidikan skandal mega korupsi PT Asabri.

Ditegaskan Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adrianysah bahwa pihaknya baru menerbitkan surat perintah penyidikan tersebut pada Kamis (14/1) sore.

“Sudah.baru ditandatangani,” kata Febrie Adriansyah, Jumat (15/1).

Febrie mengingatkan Sprindik yang baru diterbitkan bersifat umum tanpa disertai penetapan tersangka.

“Baru sebatas penerbitan sprindik,” tukasnya.

Sementara, Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) Ali Mukartono membenarkan telah diterbitkan Sprindik dugaan mega korupsi di PT. Asabri (Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

“Detailnya,  silahkan tanyakan kepada Pak Dirdik (Direktur Penyidikan,” sarannya ketika ditemui terpisah di Gedung Bundar.

Dugaan kerugian negara seperti disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin usai menerima kunjungan Meneg BUMN Erik Thohir sekitar Rp 17 triliun.

“Jadi, jumlah kerugian negara lebih besar dari kasus Jiwasraya (Rp16,81 triliun), ” ungkap Burhanuddin.

Dengan diterbitkan Sprindik kasus Asabri,  maka berakhir sudah teka-teki seputar kasus Asabri, yang sebelum ini ditangani Polri.

Jaksa Agung mengingatkan dengan akan ditangani kasus Asabri bukan diartikan mengambil alih penanganan dari kepolisian.

“Kejaksaan bukan mengambil alih kasus ini dari Polri,” tegasnya.

Menurut Burhanuddin,  pertimbangannya calon tersangkanya kebetulan orang atau pelaku yang juga sama dengan kasus Jiwasraya.

“Kita juga sudah pengalaman dalam penanganan kasus asuransi Jiwasraya dimana hampir sama pola perbuatannya dan Kejaksaan akan terus berkoordinasi dengan Polri. ”

Dalam kasus Jiwasraya Kejaksaan telah memiliki banyak bukti-bukti pendukung yang bisa menjadi pertimbangan dalam mengembangkan penanganan kasus Asabri

Terkait asetnya, dia menambahkan akan dikejar terus, yang sudah diambil ke Jiwasraya tidak bisa diserahkan lagi ke kasus Asabri.

Baca Juga ini Mas:  Demi Sekolah Tatap Muka, Wawako Minta Bantuan Kemendik dan Kemenkes Cukupi Kuota Vaksin Guru

“Pasti akan kita kejar kemana saja,” tegasnya.

Seperti diketahui,  enam tersangka kasus Jiwasraya atas nama Benny Tjokrosaputro Dkk telah divonis seumur hidup oleh Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

Kasus Asabri ini kali kedua yang ditangani Kejaksaan Agung. Pertama, 2008 terkait soal dugaan korupsi sebesar Rp418 miliar untuk membangun Plaza Mutiara,  di Mega Kuningan dimasa Jampidsus (Alm) Marwan Effendy.

Tiga tersangka ditetapkan atas nama Dirut PT  Cakrawala Karya Buana Henry Leo dan Dirut Asabri Mayjen TNI Subarda Midjaja.

Satu tersangka lain, Tan Kian justru dihentikan penyidikannya, 3 April 2009. Meski, Henry dan Subarda terbukti bersalah.

Plaza Mutiara yang semula akan dijadikan Kantor Pusat Asabri menjadi sirna.

Sebab, dengan alasan Tan Kian sudah mengembalikan kerugian negara sebesar 13 juta dolar AS, gedung itu diserahkan ke Tan Kian.

Henry Leo pun harus gigit jari. Asetnya sekitar Ro600-an miliar lebih disita dan sampai kini tidak pernah diaudit, dan dipenjara.

Padahal, dalam proyek tersebut Henry yang membiayai dari dana Asabri,  Tan Kian yang menyediakan lahan. (RSM)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya