Lahat, Poskita.id – Anggota Komisi IV DPRD Lahat dari Fraksi PDI Perjuangan, Marwan Ardiansyah, menyampaikan sikap tegas menyusul Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait insiden viral di RSUD Lahat yang melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga pasien almarhumah Safa Az-Zahra. Senin, (29/12/2025).
Peristiwa ini bermula dari dugaan lambannya pelayanan dan berbelitnya administrasi rujukan di IGD RSUD Lahat. Keluarga Safa telah meminta agar pasien segera dirujuk ke RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Namun proses yang berjalan tidak secepat kondisi medis pasien yang terus memburuk.
Safa akhirnya tiba di RSMH Palembang dan sempat mendapatkan penanganan medis. Namun takdir berkata lain, Safa harus mengakhiri perjuangan melawan sakitnya dan dinyatakan meninggal dunia.
Ironisnya, duka keluarga belum berakhir. Di tengah suasana kehilangan, keluarga Safa justru dihadapkan pada persoalan hukum. Insiden pertikaian di RSUD Lahat yang berujung dugaan pengeroyokan membuat pihak rumah sakit melaporkan keluarga pasien ke Polres Lahat. “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula,” menjadi gambaran pahit bagi keluarga besar almarhumah.
Di sisi lain, papan bunga dukungan untuk tenaga kesehatan terus berdatangan ke RSUD Lahat. Situasi ini memunculkan kesan seolah seluruh kesalahan dalam tragedi ini ditimpakan kepada keluarga pasien, sementara dugaan kelalaian pelayanan di IGD nyaris tak tersentuh empati.
Menanggapi hal tersebut, Marwan Ardiansyah menegaskan bahwa dirinya tidak buta dan tidak tuli terhadap apa yang terjadi di RSUD Lahat.







