Pemkab Lahat Dinilai Tak Becus Fasilitasi Sengketa Masyarakat Arahan Versus PT. ALR, BSP Dan PT. PBJ

Berita, Lahat, SUMSEL385 Dilihat

 

Lahat, Poskita.id – Undangan rapat antara masyarakat Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat terkait tindak lanjut aksi damai permasalahan alias sengketa pengalihan pungsi HGU perkebunan pohon sawit ke jalan Hauling Batubara yang dilakukan PT. ALR, difasilitasi Pemkab Lahat tak membuahkan hasil. Senin, (29.09.2025).

 

Rapat yang baru dimulai, selesai sesi menyampaikan undangan yang hadir di dalam agenda rapat yang di laksanakan di ruangan Ooproom Pemkab Lahat, pimpinan rapat Asisten Satu Pemkab Lahat Rudi Tamrin kemudian menyampaikan bahwa dari undangan rapat yang seyogyanya dihadiri pihak yang didemo yakni PT. ALR (Antar Lintas Raya), PT. BSP (Bumi Sawit Permai) dan PT. PBJ (Padang Bulak Jaya) namun hanya dihadiri PT. ALR yang mengirim dua orang perwakilan.

 

Sangat disayangkan, ketika asisten satu menyampaikan bahwa karena sesuatu hal pekerjaan perwakilan PT. PBJ tak bisa menghadiri rapat. Sontak, perwakilan masyarakat yang sudah hadir terdiri dari berbagai unsur adat, agama dan tokoh pemerintahan serta pelaku sejarah di Desa Arahan tersulut emosi.

 

“PT BSP biasanya perwakilan dari jakarta Bapak Fitrizal, sudah kami konfirmasi beliau mendapat penugasan di Belitung (Wilayah Provinsi Bangka Belitung), beliau menyampaikan belum ada arahan dari pimpinan dan juga karena dapat surat undangan pada hari libur yang kita kirimkan kemaren,”ujar Rudi Tamrin.

Sontak ketegangan pun terjadi, masyarakat menganggap bahwa pihak PT. PBJ dan PT. BSP tidak menghormati undangan rapat yang diselenggarakan Pemkab Lahat dan masyarakat merasa tidak dihargai.

 

Lontaran dan makian harus diterima Pemkab Lahat, karena dianggap tidak becus dalam mengagendakan rapat dan terkesan Pemkab Lahat sudah tak ada muka dan tak dihargai lagi oleh pihak perusahaan yang seharusnya hari ini hadir dalam agenda rapat.

 

H.Ali Azmi SE.tokoh masyarakat Desa Arahan kecamatan merapi timur lansung memotong pembicaraan, ia menyebut bahwa agenda rapat hari ini tidak ada gunanya. Ia dengan keras dan lantang mengatakan ada apa sebenarnya pihak perusahan PBJ dan BSP sampai tak mengindahkan undangan dari Pemkab Lahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *