4. Melaksanakan analisis keselamatan kerja, seperti JSA (Job Safety Analysis), PJSM (Pre-Job Safety Meeting), serta memastikan ketersediaan dan pelaksanaan dokumen ERP (Emergency Response Plan).
5. Melakukan pengawasan ketat dan pelaporan cepat jika ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian pekerjaan.
6. Mengoptimalkan onboarding program, termasuk Oil and Gas Demo Room dan HSSE Demo Room.
“Industri hulu migas menghadapi tantangan besar untuk tetap kompetitif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan risiko yang tinggi, standar keselamatan harus menjadi prioritas. Pertamina berkomitmen mengutamakan aspek HSSE dalam setiap kegiatan operasi dan kebijakan strategis perusahaan,” tutup Santiaji.
Acara ini merupakan bentuk upaya PHR Zona 4 dalam memastikan operasional yang aman dan berkelanjutan di lingkungan kerja. (Ari)







