oleh

Polda Kaltim Bekuk Nelayan Penangkap 860 Ikan Hias Dilindungi

Seorang nelayan asal Bali ditangkap Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) di kawasan perairan Manimbora, Kabupaten Berau.

Nelayan inisial AS (40) itu diringkus karena diduga menangkap dan memiliki secara ilegal ikan hias dilingdungi menggunakan bahan kimia jenis potasium sianida, Jumat (29/10).

Petugas turut mengamankan barang bukti 860 ikan hias jenis angel napoleon, buston, keranjang bali, dan gobi kuning.

“Sebanyak 852 ekor kami lepas ke laut. Sementara delapan ekor kami sisihkan untuk keperluan uji laboratorium dan barang bukti persidangan,” ungkap Dir Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Tatar Nugroho , Senin (1/11).

Dir Polairud menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat timnya mendapat informasi ada kapal dari wilayah Bali menangkap ikan hias dilindungi secara ilegal di wilayah perairan Berau, Kaltim.

Tim bergerak menuju lokasi dan mendapati sebuah kapal yang dinakhodai AS.

Selanjutnya, petugas memeriksa dan menemukan ratusan ikan hias dilindungi serta dua kilogram bahan kimia jenis potasium.

Menurut keterangan AS, bahan kimia tersebut digunakan untuk menangkap ikan hias di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, penggunaan potasium sianida sangat berdampak pada kerusakan ekosistem lautan. Sebab, bahan kimia ini merupakan senyawa paling beracun.

Jika di darat, biasanya petani menggunakan bahan kimia ini untuk berantas hama tanaman.

“Tentu ini dilarang karena bisa merusak biota laut dan ikan kecil bisa mati, kalau (ikan) besar mungkin hanya mabuk, kalau kecil bisa mati,” terang Dir Polairud.

Kini AS telah ditetapkan tersangka. AS terancam dijerat Pasal 84 ayat 1 juncto Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan dengan kurungan penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,2 miliar. (red)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya