RDP Kasus Safa Az-Zahra Menghangat, DPRD Lahat Soroti Krisis Empati dan Evaluasi Pelayanan RSUD

 

Lahat, Poskita.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Lahat di Gedung DPRD menjadi ruang terbukanya berbagai persoalan dalam pelayanan kesehatan RSUD Lahat. Forum tersebut menegaskan bahwa kasus dugaan penganiayaan terhadap tenaga medis oleh keluarga pasien Safa Az-Zahra tidak dapat dilihat secara terpisah dari dinamika pelayanan yang menyertainya.

DPRD menilai, peristiwa tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan emosi keluarga pasien terhadap pelayanan yang mereka terima, hingga berujung pada meninggalnya Safa Az-Zahra setelah dirujuk ke RSMH Palembang.

RDP berlangsung dengan suasana tegang

Permintaan maaf yang disampaikan keluarga pasien belum menemukan titik temu dengan pihak tenaga medis. Kedua belah pihak masih bertahan pada pandangan masing-masing, mencerminkan belum terbangunnya komunikasi yang efektif dan empatik antara rumah sakit dan keluarga pasien.

Di tengah suasana duka, kemunculan papan bunga dukungan kepada tenaga kesehatan turut menjadi perhatian dalam forum. DPRD menilai, ekspresi solidaritas tersebut seharusnya dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan persepsi ketidakpekaan terhadap perasaan keluarga pasien. Selain itu, rencana pihak RSUD Lahat untuk menempuh jalur hukum juga dinilai perlu dipertimbangkan secara matang.

Menurut DPRD, langkah hukum tanpa dibarengi evaluasi internal yang komprehensif berpotensi mengalihkan fokus dari persoalan utama, yakni kualitas pelayanan, pola komunikasi krisis, serta pendekatan kemanusiaan dalam situasi darurat.

RDP dihadiri jajaran Komisi IV DPRD Lahat, yakni Harlin (Fraksi NasDem), Balkisri, Nanda Pinola, dan Sumiyati (Demokrat), Hendri (PAN), Sri Marhaeni (Golkar), serta Marwan Ardiansyah (Fraksi PDI Perjuangan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *