SEF 2025: Forum Diskusi Strategi Penguatan Investasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita, Ekonomi196 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan kembali mengadakan Forum Diskusi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait yaitu 2nd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025 pada Selasa (21/10/2025).

Forum Diskusi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs H Edward Candra MH yang menyampaikan bahwa investasi memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor.

Ia juga menyampaikan bahwa investasi dapat digunakan untuk mempercepat proses hilirisasi komoditas unggulan Provinsi Sumsel seperti batubara, kelapa sawit dan karet sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

“Kami seluruh stakeholders, pelaku usaha, akademisi untuk bersama-sama menjadikan Sumatera Selatan sebagai “Smart Investment Province”, yaitu provinsi yang adaptif, inklusif dan tangguh menghadapi tantangan global,” kata dia.

Kegiatan diskusi diawali dengan pemaparan hasil kajian Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono.

Bambang menyampaikan bahwa kinerja investasi pada triwulan II 2025 menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan, tumbuh sebesar 5,65% (yoy) dibandingkan 2,21% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

“Peningkatan ini didorong oleh naiknya realisasi pengadaan semen, dimulainya kembali belanja modal nonbangunan pemerintah pasca pembukaan blokir anggaran, serta proyek-proyek swasta baru di sektor kelapa sawit,” kata dia.

Dari sisi komponen, investasi bangunan tumbuh 6,62% (yoy) dan nonbangunan membaik dengan kontraksi yang semakin terbatas sebesar 0,13% (yoy). Sejalan dengan akselerasi investasi, penjualan semen di Sumatera Selatan juga meningkat 14,46% (yoy), tercermin dari kinerja positif PT Semen Baturaja Tbk. yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 31% (yoy).

“Secara spasial, investasi di Sumsel masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor industri kertas, percetakan, listrik, gas, air, dan transportasi, dengan Kabupaten Ogan Ilir sebagai penyumbang PMA terbesar dan Kota Palembang untuk PMDN,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *