oleh

Selain Produki Migas, Medco Beri Kontribusi Bagi Warga Terdampak Covid

Palembang, PosKita.id – PT Medco Indonesia (Medco E&P) tetap mempunyai kontribusi yang luar biasa terhadap masyarakat di sekitar daerah operasi perusahaan walaupun dalam kondisi pandemi.

Perusahaan yang bergerak di bidang hulu migas ini memberikan kontribusinya kepada warga terdampak pandemi mulai dari saat-saat kepanikan di awal (sejak awal pandemi masuk wilayah Sumsel), sampai masa transisi yang berlangsung saat ini.

Bicara kegiatan operasi migas, Medco E&P senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal untuk memberikan nilai tambah pemanfaatkan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. Hal itu dikatakan Officer Community Relation and Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Robby Wijaya saat webinar “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi saat Pandemi,” Senin (14/12).

“Keberadaan perusahaan migas menjadi harapan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Itulah kenapa kami berinvestasi  dalam peningkatan perekonomian masyarakat untuk jangka panjang, demi memastikan bahwa kami secara aktif mendukung dan berkontribusi pada pemberdayaan positif masyarakat lokal,” kata Robby.

Menurutnya, pembangunan masyarakat ini disesuaikan dengan kearifan lokal, SDA, SDM, integratif dengan instansi pemerintah maupun instansi lainnya dan terlaksana secara sistemik. Perusahaan sudah mendesain sesuai dengan wilayah operasi, dimana Medco menyediakan satu departemen khusus untuk memastikan keberadaan perusahaan membawa manfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan.

Saat pandemi berlangsung, program pun didesain sedemikian rupa. Komitmen perusahaan tidak mengendur, malah memperkuat komitmen Medco E&P.

“Justru saat pandemi ini lah, masyarakat butuh perhatian. Kami punya prinsip kegiatan berjalan, kerja tatap aman, tentu saja ada perubahaan dalam tingkah laku” kata Robby.

Penerapan protokol kesehatan (protokes) dijalankan. “Saat di lapangan, kami pastikan dulu mereka mematuhi protokol kesehatan sebelum bertemu masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan jalan-pekerjaan aman ini tentu saja dengan menerapkan 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker). Ini juga menjadi materi untuk disampaikan kepada masyarakat sekitar, dan menjadi budaya baru bagi warga sekitar daerah operasi.

Baca Juga ini Mas:  Dandim Batang Berikan Motivasi Kepada Prajurit dan PNS Yang Naik Pangkat

Di awal Pandemi Covid-19, Medco E&P langsung bergerak cepat untuk fokus membantu ketersediaan alat medis dan kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid di desa-desa dan kelompok rentan lainnya.

Kontribusi Medco E&P di awal pandemi diantaranya meyediakan 1.820 paket sembako, 4.200 masker medis, 6.550 masker kain, 10.900 sarung tangan, 475 liter hand sanitizer serta 45 unit fasilitas pencuci tangan.

“Tantangan pada saat itu adalah kesulitan mendapatkan barang-barang ini, kami coba koneksi-koneksi yang ada sehingga bisa tetap membantu masyarakat yang mau mencegah penyebaran Covid ini di desa-desa mereka,” tuturnya.

Adaptasi Masa Pandemi

Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Robby Wijaya

Di awal Pandemi, Medco Region South Sumatera juga melakukan adaptasi saat pandemi Covid-19, diantaranya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di sekitar daerah operasi, peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan, peduli kaum rentan, peningkatan infrastruktur dan mendukung aktivitas masyarakat.

“Kami mengedukasi masyarakat dan bagi petugas medis di desa. Selain membantu alat-alat medis, kami juga melakukan sosialisasi dengan melakukan pemasangan-pemasangan poster, baliho, harapannya masyarakat bisa paham tentang Covid-19 dan bisa terlibat mencegah penyebarannya,” jelasnya.

Robby juga menambahkan Medco juga membantu menggerakkan perekonomian dan ketahanan pangan.

“Kami melibatkan 15 penjahit lokal dan sudah memproduksi sekitar 3.500 masker kain, ini juga sebagai salah satu program untuk menghasilkan pendapatan,” tuturnya.

Medco juga memastikan ketahanan pangan bagi warga sekitar daerah operasi.

“Untuk ketahanan pangan kita membantu untuk membuat kolam-kolam ikan, di bidang pertanian, sayur-sayuran dan obat-obatan herbal, dan lain-lain,” tuturnya.

Pihaknya, selama pandemi Covid ini juga memberikan bantuaan sembako. Pemberikan paket sembako ini juga didukung penuh oleh Medco Foundation dan SRB. Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Medco terhadap masyarakat di masa pandemi ini.

“Setelah masa-masa kepanikan, masuk ke dalam masa transisi kegiatan tetap dijalankan. Selain memberikan support, kami juga memberikan edukasi kepada warga maupun penyemprotan desinfektan di masjid-masjid,” kata Robby.

Baca Juga ini Mas:  Resep Fu Yung Hai Daging Sapi Enak

Kontribusi Medco sebelum Covid-19

Salah satu program CSR Medco E&P Indonesia

Jauh sebelum pandemi Covid, Medco telah memberikan banyak kontribusi bagi warga sekitar daerah operasi, diantaranya melalui program budidaya jamur merang (Bumerang) serta Budidaya Madu Hutan dan Kelutut (Mantanku).

“Untuk budidaya Jamur, sejak 2017 kami melihat banyaknya kebun sawit dan melimpahnya tandan kosong sawit, serta banyaknya permintaan jamur. Hal ini membuat perusahaan kemudian bekerja sama untuk membuat usaha budidaya jamur,” kata Robby.

Adalah Desa Lais, yang menjadi salah satu desa percontohan pengembangan Bumerang.

“Di Desa Lais sudah mampu memproduksi 200 kg/bulan dengan pendapatan Rp 4 juta setiap bulan, dengan memanfaatkan limbah tandan kosong sawit (tankos) sebagai media jamur,” ungkapnya.

Ini juga merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat agar tahan terhadap perubahan iklim. Medco juga berperan memberikan pelatihan dan pedampingan yang berkelanjutan. Tidak sampai di situ, pihaknya juga mengembangkan sinergitas dengan pihak lain.

Selain Bumerang, Mantanku dibuat berawal dari banyaknya penebangan hutan secara liar, banyak orang membuka kebun dengan cara membakar. “Ternyata disana ada kehidupan banyak sekali lebah, jadi kita kembangkan budidaya hutan dan kelulut ini,” tuturnya.

Pihaknya mengembangkan budidaya ini agar rekan-rekan di lapangan bisa mendapatkan keuntungan, apalagi nilai jual kelulut ini sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Sementara itu, Sumatera Selatan juga dikenal dengan perkebunan karet. Medco E&P kemudian membuat Program Bukor (Budidaya Karet Organik). Bukor ini ada di 15 desa, dengan memberdayakan sekitar 265 petani di wilayah sekitar daerah operasi.

Budidaya karet organik yang terbentang di lahan seluas 312 hektare itu mampu meningkatkan sekitar 40 persen penghasilan petani.

Bahkan masyarakat di sekitar wilayah operasi yang mayoritas petani itu saat ini telah memperoleh akses khusus untuk menjual langsung di pabrik dan berhasil memotong rantai pemasaran getah dengan kualitas kadar karet kering mencapai 82% (persen).

“Kualitas kadar karet kering mencapai 82%, meningkatkan lebih harga jual hingga 2,2 juta/hektare” jelasnya.

Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pemerintah melalui program Inovasi Desa Tepat Guna. Ini dilakukan untuk meningkatkan budidaya pengembangan pengolahan asap cair pembeku getah karet.

“Asap cair ini hasil destilasi dari pembakaran batok kelapa, kalau dulu menggunakan cuka asam, itu berbahaya dan beresiko bagi petani. Nah, dengan asap cair tentu saja lebih aman bagi petani, tidak berbahaya bagi kulit dan tidak berbau, dan ramah bagi lingkungan,” kata Robby.

PT Medco Indonesia khususnya wilayah Sumatera Selatan telah memberikan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan bagi warga di sekitar wilayah operasi.

“Saat ini sudah ada 4 institusi baru dan 20 pendamping lokal yang direkrut sebagai mitra perusahaan sebagai diseminasi/penyebaran program pemberdayaan.

“Sejak tahun 2018, sudah 80 persen fasilitator pemberdayaan perusahaan bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Medco juga bekerja sama dengan lembaga nonprofit untuk meningkatkan pendidikan. Contohnya di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Medco bekerja sama dengan LSM 7 Pilar pihaknya memberdayakan literasi membaca, atau Rumah Literasi di Kabupaten Musibanyuasin (Muba). Di sana, anak-anak diajarkan membaca dan mendengarkan dongeng di waktu senggang mereka. Sementara di Palembang.

Peningkatakan kapasitas di dunia pendidikan juga dilakukan Medco bekerja sama dengan Himasos Unsri. “Baru-baru ini di Palembang, Kami menyupport mahasiswa-mahasiswa itu yang memiliki untuk meningkatkaan minat membaca masyarakat di Kota Palembang,”

Selain itu, Medco juga mendukung pembangunan jalan, dan infrastruktur lainnya.

  

Penulis: Fitria Agustina (Jeane)

Komentar

Berita Terbaru Lainnya