Prokes covid-19 palembang
oleh

Tantangan Medco saat Pandemi

Palembang, PosKita.id – Pandemi ini banyak sekali mengubah pola hidup, pola kerja yang terjadi. Tapi satu hal yang tidak akan mungkin bisa dihindari adalah ketahanan energi nasional.

Medco E&P sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di Indonesia diberikan amanah oleh negara, dalam hal ini SKK Migas untuk memastikan ketersediaan energi tetap ada. Menurut General Manager of South Sumatra Region Medco E&P Indonesia, Muhammad Zulkifli  industri tidak akan berkembang jika ketersediaan energi terganggu.

PT Medco Indonesia terus berkomitmen mendukung strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa depan secara bertanggung jawab dan terus melakukan kegiatan ekplorasi, pengembangan dan produksi pada lapangan-lapangan yang sudah matang maupun yang baru ditemukan.

Sementara itu, VP Relation and Security Medco E&P, Drajat Iman Panjawi, mengatakan walaupun Indonesia mengalami situasi pandemi Covid-19, tetapi kegiatan operasional berjalan dengan baik.

“Walaupun di tengah pandemi, Alhamdulillah kegiatan operasional dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

VP Relation & Security Medco E&P, Drajat Iman Panjawi

Saat Pandemi,  Medco E&P memberlakukan tahapan-tahapan sesuai dengan protokol kesehatan (protokes) yang ketat, termasuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, salah satunya kerjasama dengan para jurnalis seperti webinar yang diselenggarakan pada Senin (14/12).

Peran media sangat strategis untuk mendukung kelancaran operasi perusahaan migas seperti Medco terutama pada saat situasi yang cukup menantang seperti saat ini, sementara publik tetap terus diberikan informasi yang berimbang mengenai kegiatan-kegiatan migas, baik pencapaian produksi maupun permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Kegiatan ini merupakan komitmen Medco E&P dan SKK Migas Sumbagsel untuk selalu menjadi mitra bagi wartawan yang ada di area operasi perusahaan.

Drajat mengatakan, salah satu warga negara perusahaan yang beroperasi di Sumsel, Medco E&P Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga ini Mas:  Kakanwil Kemenag Sumsel Resmikan Pusdiklat Buddhayana Sriwijaya

“Untuk berhasil melaksanakan tugas, kami memerlukan dukungan dari teman-teman media agar operasi kami berjalan dengan lancar,” katanya.

Menjalankan operasi migas dengan permasalahan teknis, dengan biaya dan resiko yang tinggi, ditambah lagi dengan situasi pandemi, tentu saja ini bukanlah pekerjaan yang gampang.

“Pekerja yang mau masuk saja harus discreening dengan ketat. Kita tidak ingin ada karyawan kami yang terkena infeksi sehingga produksi kami terganggu. Ini benar-benar situasi yang challenging, tapi bukan berarti kita harus top produksi migas,” kata Drajat.

Walaupun dalam kondisi pandemi, Medco E&P tetap mempunyai kontribusi yang luar biasa terhadap masyarakat di sekitar daerah operasi perusahaan. Medco E&P sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di Indonesia, terus memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengoperasikan 13 wilayah kerja yang terbentang dari Aceh hingga Sulawesi, salah satunya di Sumatera Selatan.

“Jadi dengan segala problema yang kita hadapi, kita mengalami hampir satu tahun terakhir kenaikan kasus-kasus pandemi, kita juga mengalami harga minyak turun sangat drastis tentu saja sangat mengganggu operasi kita di lapangan,” ujarnya.

Hal itu tidak mengurangi semangat Medco E&P untuk terus bekerja dengan protokol yang sangat ketat, dengan pengurangan aktivitas. “Benar-benar kita coba memastikan teman kita yang bekerja di lapangan, benar-benar fit, menjaga jangan sampai Covid ini mengganggu,” tegasnya.

 

Tahapan Protokes di Medco

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pasal 13 ayat 7, pemerintah menetapkan ada beberapa jenis industri yang harus tetap beroperasi, salah satunya perusahaan minyak dan gas bumi.

Perusahaan bertugas untuk mencari minyak bumi dan gas (migas) yang kemudian diserahkan ke negara untuk menjaga ketahanan energi. Produksi perusahaan migas kemudian diolah pemerintah untuk bahan bakar dan listrik. Tanpa minyak dan gas bumi, kehidupan menjadi sulit. Pasokan listrik berkurang, kompor tidak menyala, kendaraan tidak berjalan.

Baca Juga ini Mas:  Dinilai Lalai Terapkan PPKM Mikro, Mendagri Tegur Keras Sumsel

Saat pandemi Covid-19, Medco E&P memberlakukan tahapan-tahapan sesuai dengan protokol kesehatan (protokes) yang ketat. Tahapan-tahapan ini bukan hanya saat bekerja, tetapi sebelum bekerja, Medco E&P juga memberlakukan karantina.

“Untuk itu Medco bekerja sesuai dengan arahan pemerintah dengan menjaga jarak, memakai masker serta selalu mencuci tangan. Sesuai protokol Covid-19 pada saat akses masuk, dan pengecekan kesehatan diperketat. Pekerja harus isolasi diri di rumah 14 hari sebelum bertugas berangkat ke lokasi kerja. Dilanjutkan dengan karantina 5-10 hari dan 2 kali rapid test atau PCT Test di tempat yang ditetapkan perusahaan. Protokes ketat ini semua harus dipatuhi, karena jika ada 1 saja yang reaktif tentu saja akan berdampak, dan operasional tidak terganggu,” jelas General Manager of South Sumatra Region Medco E&P Indonesia.

PT Medco Indonesia juga melakukan tracking bila diperlukan, kalau dinyatakan sehat (nonreaktif) baru bisa bekerja, sementara jika hasil tes ke-2 reaktif, perusahaan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan sesuai protokol kesehatan (protokes). Tidak hanya itu, pergantian kru yang biasa setiap 10 orang/shift, di masa pandemi dikurangi setiap pergantian hanya 5 orang/shift.

“Bagi pekerja lokal, makan siang disediakan di tempat kerja supaya tidak perlu keluar. Sementara itu, aktivitas yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan produksi utana seperti kompetisi olah raga, family gathering, kumpul pekerja ditunda,” jelasnya.

Sementara di tempat kerja, standar kesehatan diterapkan dengan ketat, semua sesuai dengan imbauan pemerintah. Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Wabah Covid-19 pun ditetapkan. Kini industri strategis nasional minyak dan gas bumi bekerja dengan peraturan khusus, kesehatan dan keselamatan lebih diutamakan lagi (disiplin ditingkatkan).

Penulis: Fitria Agustina (Jeane)

Komentar

Berita Terbaru Lainnya