Tri Puji Handayani Raih Gelar Doktor Seni Termuda di Palembang

Berita, Pendidikan218 Dilihat

Surakarta, Poskita.id –  Sidang terbuka promosi doktor di Program Studi Seni, Program Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah berlangsung dengan lancar pada Senin (20/10/2025) pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Sidang ini menjadi momen bersejarah bagi Tri Puji Handayani (NIM 213121003) yang berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Dinamika Estetika Teater Dulmuluk di Palembang Sumatera Selatan (1974–2024)” dan resmi dikukuhkan sebagai Doktor Pengkajian Seni.

Sidang terbuka ini menghadirkan jajaran dewan penguji dan promotor yang terdiri dari para pakar seni pertunjukan Indonesia. Bertindak sebagai Ketua Dewan Penguji yaitu Prof Dr Sugeng Nugroho SKar  MSn dengan Sekretaris Prof Dr Dra Sunarmi MHum.

Tim Promotor dipimpin oleh Prof Dr Sri Rochana W SKar MHum didampingi Prof Dr Sarwanto SKar MHum sebagai Ko-Promotor I, dan Dr Sunardi SSn MSn sebagai Ko-Promotor II.

Sementara itu, tim penguji terdiri dari Prof Dr Nanik Sri Prihatini SKar MSi Dr Koes Yuliadi MHum, Prof Dr  Suminto A. Sayuti, Prof Dr Soetarno DEA., Prof Dr Dra Sunarmi MHum.

Prosesi sidang dimulai dengan masuknya dewan penguji ke ruang sidang, diikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan khidmat oleh seluruh peserta sidang.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup promovenda oleh promotor, Prof Dr Sri Rochana  W SKar MHum yang kemudian mempersilakan promovenda untuk mempresentasikan hasil temuan risetnya.

Dalam presentasinya, Tri Puji Handayani menjelaskan bahwa penelitian ini menemukan adanya dua bentuk utama pertunjukan Teater Dulmuluk, yaitu versi semalam suntuk yang mempertahankan struktur dramatik klasik, dan versi sedenget yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial masyarakat modern.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dulmuluk bukan sekadar warisan budaya, tetapi merupakan sistem estetika yang hidup dan terus berkembang melalui proses adaptasi kreatif terhadap perubahan zaman, media, dan teknologi.

Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa perubahan bentuk pertunjukan Dulmuluk dipengaruhi oleh faktor internal seperti regenerasi pemain, imajinasi kreatif, dan peran sutradara, serta faktor eksternal seperti perubahan selera penonton, dukungan akademisi dan pemerintah, masuknya teater modern dan orkes Melayu, hingga era digitalisasi.

Disertasi ini menegaskan bahwa perubahan estetika dalam Teater Dulmuluk adalah strategi bertahan seniman tradisi agar tetap relevan di era modern, sekaligus bukti bahwa seni pertunjukan tradisional memiliki daya lentur yang tinggi tanpa kehilangan akar budaya Melayu-Islam.

Setelah pemaparan hasil riset, sidang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara promovenda dan para penguji. Suasana akademik berlangsung hangat dan komunikatif. Promotor, Prof Dr Sri Rochana W SKar MHum menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras penelitian yang telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa Tri Puji merupakan salah satu mahasiswa bimbingannya yang produktif, karena hampir setiap tahun menerbitkan karya ilmiah dan karya seni terkait Teater Dulmuluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *