Gubernur Siapkan Tambahan Tiga Tower  Asrama Haji untuk Isolasi Pasien

KESEHATAN, News, PALEMBANG1303 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Meski jumlah Bed Occupancy Ratio (BOR) di Sumsel terus mengalami penurunan, antisipasi ketersediaan kamar untuk pasien Covid 19 tetap dilakukan Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Bahkan Pemprov Sumsel telah mempersiapkan  tiga tower tambahan di Asrama Haji Palembang dengan kapasitas tampung hingga 500 orang pasien.

Ke tiga tower tersebut masing-masing yakni Tower Mekkah, Tower Madinah dan Tower Jeddah. Peninjauan kesiapan penambahan kamar itu dilakukan Gubernur Herman Deru didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Direktur Swarna Dwipa Hotel, Rebo Iskandar, dan Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra, Rabu (14/7) pagi.

Usai melakukan peninjauan Herman Deru  mengatakan,  bukan hanya di asrama haji saja namun persiapan penambahan kamar  juga dilakukan di  wisma atlet Jakabaring sebanyak  dua tower lagi. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien Covid di Sumsel.

“Ada tiga tower yang kita siapkan, dan Kamar-kamar ini kita upayakan selalu siap termasuk nakes dan fasilitasnya” tegasnya.

Saat ini jelas Herman Deru  sejalan dengan  meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes PCR atau rapid antigen dan lainnya. Masyarakat hendaknya tidak perlu lagi ragu untuk melakukan isolasi mandiri (isoman). Sebab Pemprov telah menyiapkan wisma atlet dan Asrama Haji sebagai tempat isolasi mandiri yang memadai. Untuk di Wisma Atlet saat ini tercatat baru 78 kamar terisi dari 300 kamar yang disediakan.

“Jika di rumah ada anak kecil atau ada orang tua atau keluarga komorbid (penyakit penyerta) tidak perlu ragu cari tempat isolasi. Pemprov siapkan ini dengan gratis tanpa biaya tanpa pungutan,” ujarnya.

Berdasarkan data terkini lanjut  Herman Deru, tingkat penyebaran Covid 19 di Sumsel cenderung fluktuatif. Bahkan yang cukup menggembirakan,  dimana  tingkat kesembuhan pasien Covid 19 di Sumsel sangat tinggi mencapai 84 persen lebih tinggi dari nasional 81 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *