Palembang, Poskita.id – PT Sekar Laut (Finna Food) melalui produk andalannya Uleg Sambal Finna menghadirkan Uleg Talent School sebagai wadah ekspresi untuk menunjukkan bakat para pelajar. Event ini diikuti oleh pelajar mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Dibuka di Kota Palembang pada Jumat (1/12/2023), Uleg Talent School 2023 ini berlangsung di Palembang Indah Mall dari tanggal 1 hingga 3 Desember mendatang.
Mengusung tema “Waktunya Wong Kito Galo Berkarya”, Finna Food memberikan kesempatan kepada anak-anak muda di Palembang untuk terus berkarya dan meningkatkan jiwa kreatif. Selain itu, Finna Food akan memberikan berbagai macam aktivitas digital untuk para pengunjung Palembang Indah Mall. Mereka juga bisa menikmati makanan dari UMKM yang telah di sediakan di venue.
Ribuan penonton secara bergantian yang mengunjungi atrium Palembang Indah Mall. Sesuai dengan jadwal penampilan masing-masing sekolahnya dan mengenakan seragam serta atribut kesayangan mereka. Atmosfer kehebohan khas yang mengiringi Uleg Talent School 2023 menjadi momen kebahagiaan mereka.
National Manager Marketing Communication Finna Food Wenny Viana mengatakan event bertujuan memberikan wadah bagi pelajar di Kota Palembang agar mereka bisa memamerkan bakat dan mengasah kreativitas yang mereka punya”
“Kami juga senang, karena bisa lebih mendekatkan diri dengan ratusan anak-anak muda hebat generasi masa depan dari Kota Palembang,” kata dia.
Uleg Talent School 2023 merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Finna Food untuk bisa menjangkau bakat-bakat terpendam anak Indonesia mulai dari bidang seni seperti menyanyi, menari, hingga bakat menghias bekal sendiri.
“Tujuan dari acara ini adalah menjadi ruang berkreasi dan berekspresi yang tentunya diharapkan berdampak positif bagi perkembangan anak,” imbuh dia.
Sementara itu, Digital Marketing PT Sekar Laut Tbk, Herman Kurniawan mengatakan pihaknya memilih Palembang menjadi kota pertama diselenggarakannya Uleg Talent School 2023.
“Kota pertama yang kami kunjungi adalah Palembang, kita pinginnya anti mainstream, kami memang menarget Indonesia bagian barat dulu. Mengapa Palembang? karena Kota Palembang memiliki karakteristik, khususnya kulinernya,” tutur Herman.







