FJPI Sumsel Hadiri Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes

Kolaborasi FJPI, Yayasan Amai Setia, dan IDN Times

Berita, Nasional, News184 Dilihat

Jakarta, Poskita.id – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Sumatra Selatan (FJPI Sumsel) menghadiri diskusi bertajuk “3 Wajah Roehana Koeddoes” dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kolaborasi antara Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), IDN Times, dan Yayasan Amai Setia berlangsung Gedung IDN Times lantai 3, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta.

Diskusi ini menyoroti warisan Roehana Koeddoes, pahlawan nasional sekaligus jurnalis perempuan pertama Indonesia, sebagai pelopor literasi, pendidikan, dan penggerak ekonomi perempuan.

Acara ini juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Wakil Menteri, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) RI Irene Umar dari Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, menghadirkan sejumlah tokoh pers, pemerintah, dan pemangku kebijakan. Selain Najwa Shihab, hadir pula Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Ketua Yayasan Amai Setia Trini Tambu, Ketua FJPI Khairiah Lubis, serta Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika.

Ketua Yayasan Amai Setia, Trini Tambu mengatakan Roehana Koeddoes merupakan sosok yang mendirikan koran perempuan pertama, Soenting Melajoe, yang mempunyai motto: “dari, oleh dan untuk perempuan” yang terbit tahun 1912 ini.

“Ia mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) untuk mendidik perempuan dalam literasi, kerajinan, dan kewirausahaan,” kata Trini.

Roehana Koeddoes juga membuat banyak perubahan besar untuk bangsa, jauh sebelum ruang itu benar-benar tersedia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan Roehanna Koeddoes menjadi pionir dan sudah berjuang bagi kaum perempuan sejak tahun 1911 bahkan sebelumnya.

“Bahwa dari dulu memang tantangannya luar biasa untuk perempuan-perempuan,” kata dia

Momen ini sebagai pengingat untuk terus berjuang dan semangat di era saat ini.

Sebelum memulai diskusi, para peserta diajak menonton bersama film 3 Wajah Roehana Koeddoes. Film ini menyoroti dedikasinya dalam pendidikan, emansipasi, dan mendiirkan surat kabar perempuan pertama Soenting Melajoe.

Film ini menggambarkan bagaimana Roehana melawan keterbatasan zaman untuk mengangkat derajat perempuan melalui tulisan dan pendidikan.

 

Roehana Koeddoes Jadi Spirit Perjuangan-Lindungi Jurnalis Perempuan
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat saat memberi tanggapan saat diskusi “3 Wajah Roehana Koeddoes”, Jumat (6/2/2026), di Gedung IDN Times

Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiah Lubis menegaskan, Roehana Koeddoes jadi spirit utama bagi jurnalis perempuan Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam acara diskusi bertajuk “3 Wajah Roehana Koeddoes”, yang digelar dengan kolaborasi FJPI, IDN Times dan Yayasan Amai Setia dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

“Bagi jurnalis perempuan, Roehana Koeddoes adalah spirit untuk kebebasan dan perlindungan perempuan,” kata Khairiah yang akrab disapa Awi.

Dia menjelaskan, semangat berhimpunnya jurnalis perempuan di organisasi FJPI yang lahir di Medan pada tahun 2027, tidak terlepas dari sejarah panjang jurnalis perempuan di Indonesia. Selain Roehana Koeddoes yang menjadi pelopor jurnalis perempuan dan mendirikan Soenting Melajoe pada 1912 di Koto Gadang, Sumatera Barat, terdapat pula koran Perempuan Bergerak yang terbit di Medan pada 1919, yang menjadi spirit gerakan FJPI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *