“Tercatat 907 orang yang tidak mendapatkan vaksinasi atau di tunda, mereka ini pernah terkonfirmasi menderita covid 19, sedang hamil atau menyusui, mengalami gelaja ISPA seperti batuk, pilek, sesak nafas dalam 7 hari terakhir. Kemudian tekanan darah 140/90 atau lebih, memiliki riwayat penyakit berat seperti sakit ginjal, penyakit jantung, diabetes melitus, HIV/AIDS, penyakit paru seperti Asma dan TB,” terangnya.
Selanjutnya setelah vaksinasi tenaga kesehatan selesai akan dilanjutkan vaksinasi covid 19 yang direncanakan pekan ke 4 Februari untuk pelayanan publik terdiri dari guru, TNI, Polri, DPRD, Tokoh Agama, Pejabat Daerah, ASN, BUMN, BUMD, Satpol PP, Pedagang Pasar, Petugas Pariwisata, Organda, dan Ojek atau Taxi Online termasuk awak media.
Pemkab Banyuasin kata Bupati Askolani menyiapkan 42 Tempat pelayanan vaksinasi yakni 33 Puskesmas yang tersebar di 21 Kecamatan, 6 rumah sakit umum yakni RSUD Banyuasin, RS Rivai Abdullah, RS Hermina OPI Jakabaring, RS Bunda Medika, RS Pratama Sukajadi dan RS Pratama Makartijaya. Dan juga tiga klinik yakni Klinik Polres Banyuasin, Klinik Yonzikon dan Klinik SPN Betung.
“Vaksinasi ini usaha kita untuk mencegah penyebaran covid 19 ini, dan tentu terus berdoa semoga musibah wabah ini segera berakhir. Dan saya menghimbau dan mengajak masyarakat jangan takut untuk di vaksin,” harapnya.
Sementara itu, Kadinkes Banyuasin Dr Hj Rini Pratiwi MKes menegaskan bahwa pihaknya siap untuk melaksanakan vaksinasi covid 19 selanjutnya. Seluruh tenaga kesehatan dan 42 Fasilitas Pelayanan Kesehatan sudah disiapkan dan sudah di koordinasikan.
“Intinya kami siap menjalankan tugas ini. Dan sesuai himbaua pak Bupati, masyarakat jangan takut, vaksin ini aman dan halal karena lembaga-lembaga yang berkompeten sudah menegaskan itu semua, ” tandasnya. (red/ril)







