Bentrok Warga VS Aparat Kepolisian di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PT BCP, Berawal dari Pencurian TBS

Palembang, Poskita.id — Kondisi areal perkebunan kelapa sawit PT Buluh Cawang Plantation (BCP) di Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI berangsur kondusif pasca bentrok antara warga dengan aparat gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari insiden tersebut dua orang mengalami luka tembak dan satu dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar dan terkena setrum.

Sementara korban dari pihak kepolisian yakni Bripka Hendro Priharno anggota Polsek Lempuing mengalami luka lebam dibagian kaki kanannya setelah ditendang warga hingga jatuh keparit.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bentrok antara warga dan aparat kepolisian dilatabelakangi terjadinya kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) diarea perkebunan PT BCP Dabukrejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Selasa 23 Juni 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dari pencurian tersebut petugas mengamankan 11 unit motor dan 1 unit mobil pickup grandmex yang berisi buah sawit diduga hasil pencurian di areal Kebun Dabok Rejo,”kata Nandang.

“Saat terduga pelaku akan diamankan, datang massa dari Desa Tebing Suluh yang berupaya menghalangi tindakan petugas sehingga terjadi cekcok mulut antara massa dengan anggota Jatanras,”sambungnya.

Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, anggota gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI mengamankan kendaraan roda dua dan roda empat beserta buah sawit yang diduga hasil curian di Site PT. BCP.

“Tidak berapa lama kemudian datanglah massa berjumlah kurang 100 orang mayoritas dari ibu yang mencoba merebut barang bukti,”jelasnya.

Kemudian dilakukan negosiasi dengan masyarakat dengan hasil mengembalikan barang bukti Roda dua sebanyak 11 unit dan kendaraan roda empat unit grandmex hanya buah sawit yang dikembalikan ke perusahaan.

“Mobil diambil paksa oleh massa dan kemudian meninggalkan petugas. Saat itu hanya ada satu anggta Polsek Lempuing Bripka Hendro Priharno ditendang sehingga terjatuh ke parit,”bebernya.

Masih dikatakan Nandang pada saat bersamaan massa yang lain merusak mobil patroli double cabin yang dikendarai petugas hingga terjadi chos di TKP.

“Di TKP terdengar bunyi letusan yang belum diketahui asal usulnya yang menyebabkan orang orang masyarakat terkena luka tembak,”ungkapnya.

Setelah itu petugas keamanan kembali ke mess PT. BCP dan massa semakin berdatangan untuk mencari keberadaan anggota Polri dan melakukan pembakaran dan pengrusakan mess karyawan.

“Pada saat massa melakukan pembakaran, ada satu orang yang tersengat aliran listrik dan terbakar,”tuturnya.

Dua orang warga mengalami luka tembak yakni Zainal Abidin (50) warga Dusun 01, Desa Tebing Suluh mengalami luka tembak dibagian perut sebelah kiri.

Korban kedua Mat Umar (43) warga Dusun 01, Desa Tebing mengalami luka tembak pada paha kiri

Saat ini kedua korban mendapatkan penanganan medis di Klinik Sindang Sari Lempuing dan klinik di belakang Kantor PLN Tugu Mulyo Lempuing.

Sedangkan korban meninggal dunia bernama Ali (25) warga Dusun Kecapi, Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI saat ini jenazah sudah berada di rumah duka.(pfz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *