oleh

BPS Sumsel: Palembang Alami Inflasi 0,58 persen

Palembang, PosKita.id – Kota  Palembang pada  bulan  Desember  2020 mengalami  inflasi sebesar 0,58 persen. Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, Senin (4/1) mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas melalui Survei Harga Konsumen pada bulan Desember 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan indeks harga konsumen (terjadi inflasi) di Kota Palembang.

“Kelompok yang dominan menyumbang andil inflasi bulan Desember 2020 Kota Palembang, yaitu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau,” ujarnya.

Endang menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Palembang, pada bulan Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,58 persen dengan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,62 pada bulan Desember 2020 dibandingkan periode sebelumnya bulan November 2020, yaitu 104,02.

“Sehingga Inflasi Kumulatif sampai bulan Desember (Tahun Kalender 2020), yang sama dengan Inflasi Tahunan Year on Year (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,50 persen,” kata Endang.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, mengalami inflasi sebesar 1,91 persen,menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,56 persen.

Menurutnya, Inflasi Tahun Kalender (Kumulatif Januari-Desember 2020), sama dengan Inflasi Tahunan “Year on Year” (Desember2020  terhadap  Desember   2019)  sebesar   1,50  persen.  Komoditas  dominan  yang  menyebabkan terjadinya  inflasi bulan Desember  2020 di Kota Palembang,  antara  lain: cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, angkutan udara,  dan cabai rawit.

“Komoditas dominan menyebabkan terjadinya inflasi pada kelompok ini, adalah cabai merah naik harganya rata-rata sebesar 60,91 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,427 persen, telur ayam ras naik harganya rata-rata sebesar 9,62 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,083 persen, daging ayam ras naik harganya rata-rata sebesar 3,98 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,065 persen, dan cabai rawit naik harganya rata-rata sebesar 55,42 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,033 persen,” jelasnya.

Baca Juga ini Mas:  Masuk Jakarta, Pemudik Asal Sumatera Wajib Rapid Antigen /G Nose di Bakauheni

Sementara itu, Kota Lubuk Linggau pada bulan Desember  2020 mengalami inflasi sebesar  0,39 persen, Inflasi Tahun Kalender  (Kumulatif  Januari-Desember 2020) berarti  sama  dengan  Inflasi  Tahunan (yoy) sebesar 1,97   persen.

Komoditas   dominan   yang menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Lubuk Linggau antara  lain: cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang putih, dan angkutan udara.

“Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Desember 2020 mengalami  inflasi sebesar  0,57 persen, Inflasi Kumulatif  sampai  bulan  Desember (yoy) sebesar  1,55 persen,” pungkasnya. (red)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya