Sementara itu, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Dr Syafrul Yunardy menjelaskan, aplikasi Songket ini adalah yang disusun Forum DAS Sumsel buntuk mencegah kahutla.
“Dalam perkembangannya, ada permintaan aplikasi ini lebih besar. Kita bagian Pemprov, kita buat aplikasi Songket dengan tambahan para pihak beberapa fitur, sehingga songket ini penyempurnaan aplikasi sebelumnya,” terangnya.
Ia menuturkan, Forum DAS ini konsen dan peduli dengan DAS karena lahan gambut di Sumsel luas.
“Api yang bisa memadamkannya adalah dengan air, forum DAS konsen. Untuk pengambilan keputusan, perencaan dan teknis di lapangan. Kita jug kerjasama dengan Polda, termasuk penegakan hukum,” kata dia.
Syafrul mengungkapkan, dengan adanya aplikasi Songket, memudahkan semua pihak, dan di aplikasi itu kita tahu data hotspot.
“Kita tahu berapa jauh titik hot spot dengan titik air. Kemudian, disitu ada fitur rute terdekat, kita cepat samai ke lpkasi. Fitur ini cuman ada di songket.Kendala selama ini adalah menuju lokasi. Sekarang ada titik hot spot, OKI, Muba yang ada lahan gambut. Kalau tidak ujan lama, muncul titik api. Himbauan kami menghimbau agar berhati hat menggunakan api. Kedua pengelolaan lahan boleh asal tidak menggunakan api. Harapan kita bijak dalm mengolah gambut,” pungkasnya.
(Rizky)







