Palembang, Poskita.id — Pasca kejadian penodongan dan perampasan motor yang dialami Yuniarti Ardilah (23) di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning tak jauh dari Mapolda Sumsel pada Kamis (11/6/2026) dini hari masih menyisakan trauma.
Terlebih saat kejadian Yuniarti mengaku pelaku menodongkan senjata api mengancam hendak menembaknya.
Karena ketakutan Yuni terpaksa menyerahkan sepeda motor Honda Scoopy BG 2803 ADX warna cokelat miliknya kepada pelaku.
Yuniarti mengatakan dirinya mengendarai motor hendak pulang kerumah dari tempatnya bekerja di warung sate Taichan.
“Saya dari simpang Polda menuju ke Fly Over Angkatan 66. Biasa setiap hari memang lewat sini pernah jam 3 malam aman aman saja. Baru kemarin ada dua orang tiba tiba memepet dari samping,”kata Yuni kepada wartawan Sabtu (13/6/2026).
Dikatakan Yuni, pelaku dua orang berboncengan dengan motor N-Max memepetnya dari samping.
Lalu pelaku yang membawa motor mengeluarkan senjata api menodongkan sambil mengancam meminta korban untuk berhenti. Setelah motor berhenti korban turun dan pelaku langsung mengambil alih motor korban.
“Pelaku memepet saya untuk berhenti dan meminta saya matikan motor sambil mengancam akan menembak. “Kutembak kau” kata Yuni meniru omongan pelaku.
Saat itu, masih kata Yuni pelaku sempat kesulitan menyalakan sepeda motor, lalu mendorongnya sambil diiringi temannya dari belakang.
“Pelaku membawa motor saya kearah Fly Over simpang Angkatan 66 tapi ada yang masuk ke jalan sebelah kiri,”jelasnya.
Dari kejadian tersebut Yuniarti sudah membuat laporan di Polsek Kemuning.
“Masih sedikit trauma setelah kejadian saya juga takut jadi minta jemput adiknya saat pulang kerja,”tandasnya.(pfz)








