Lahat, Poskita.id – Malam di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinsum) Lahat–Muara Enim biasanya berlalu tanpa cerita. Dini hari, jalan panjang itu lebih sering ditemani lampu kendaraan yang melintas sesekali dan suara angin yang menyapu aspal. Namun, Rabu (24/12/2025), sekitar pukul 02.00 WIB, keheningan di Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, pecah oleh satu dentuman yang mengubah segalanya.
Sebuah sepeda motor Honda Beat melaju pelan, membawa tiga perempuan yang hendak pulang. Dalam hitungan detik, dari arah belakang, sebuah mobil Toyota Calya berwarna oranye metalik melaju dan menghantam motor tersebut dengan keras. Tubuh-tubuh itu terlempar, menghantam aspal dingin yang tak memberi ampun.
Sri Yanti (27) berada di kemudi motor. Bersamanya, Harna Ningsih (36) dan Juwarti (19) menumpang di belakang. Mereka tak pernah menyangka perjalanan singkat dini hari itu akan menjadi perjalanan terakhir bagi salah satu di antara mereka.
Warga sekitar terbangun oleh suara benturan. Beberapa keluar rumah dengan senter dan ponsel di tangan, menyaksikan pemandangan yang membuat dada sesak: tiga perempuan tergeletak di badan jalan, sementara kendaraan yang menabrak justru menghilang ke gelap malam.
Tak ada rem yang mencicit, tak ada pintu yang terbuka untuk menolong—hanya bayang mobil yang kian menjauh.
Dengan peralatan seadanya, warga mengevakuasi para korban ke RSUD Lahat. Di lokasi kejadian, pecahan bodi kendaraan dan bekas pengereman tertinggal, seolah menjadi saksi bisu sebuah kelalaian yang berujung tragedi.








