Jakarta, Poskita.id – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, peringatan Hari Pahlawan harus dimaknai dengan kondisi kekinian. Terlebih ketika Indonesia menghadapi tiga tantangan kebangsaan, yaitu bonus demografi, disrupsi berbagai aspek, dan ketidakpastian situasi global.
“Tantangan yang ditimbulkan dari kehadiran bonus demografi yakni tingginya tenaga kerja dengan pendidikan menengah ke bawah. Dan daya saing tenaga kerja yang relatif rendah,” ujar Moeldoko dalam Seminar daring Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), Kamis (10/11/2022).
Menurutnya, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Kebijakan tersebut yaitu Kartu Pintar, program belajar merdeka, hingga kampus merdeka.
“Ini semua untuk mempersiapkan kehadiran bonus demografi. Banyak SDM yang bisa kita tingkatkan kualitasnya ke depan,” ucapnya.
Tantangan kedua, lanjutnya, yakni disrupsi di segala bidang, seperti teknologi informasi, kesehatan, keuangan, dan pertahanan. Moeldoko menilai disrupsi telah memunculkan pasar baru dan menggantikan berbagai hal konvensional dengan sistem sempurna.













