Investigasi
Lahat, Poskita.id – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Layang Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, kini berkembang menjadi kasus misterius. Pengendara motor Honda Scoopy berplat BG 3758 DAR, berinisial E, hilang setelah bertabrakan dengan minibus Innova BG 1044 WC yang dikemudikan wanita muda FR.
Hingga lebih dari 12 jam setelah kejadian, korban belum ditemukan, sementara motornya berada di lokasi dengan kondisi rusak berat. Temuan darah pada besi pembatas jembatan menambah lapisan teka-teki tentang arah jatuh dan posisi terakhir korban.
Jejak Awal: Tabrakan di Tengah Gelap, Kabut, dan Konvoi truk Batubara
Dalam keterangannya di Satlantas Polres Lahat, FR mengaku sedang dalam perjalanan dari Palembang menuju Gumay Ulu. Ia menyebut kecelakaan terjadi ketika mencoba menyalip konvoi truk batubara di jalan layang tersebut — situasi yang sudah lama dikeluhkan warga karena kerap memicu titik buta di jalur.
Saat FR mengambil jalur berlawanan untuk mendahului truk, motor yang dikendarai E muncul dari arah Lahat dalam kondisi penerangan minim dan kabut tebal.
“Pengendara motor sempat terlempar dan menghantam kaca mobil. Setelah itu saya tidak tahu ke mana dia terjatuh. Kabut tebal sekali,” ujar FR.
Namun detail ini memunculkan pertanyaan investigatif: Jika korban menghantam kaca depan mobil, bagaimana ia bisa berpindah ke sisi jembatan dan diduga jatuh ke sungai? Lintasan tubuh korban perlu rekonstruksi teknis yang belum dijelaskan kepolisian.
Kondisi Jembatan Kebur: Titik Rawan yang Lama Dibiarkan
Poskita.id yang melakukan pemantauan langsung mencatat:
-Tidak ada penerangan memadai di jembatan
-Kabut tebal rutin menyelimuti area pada malam hari
-Konvoi truk batubara sering berjalan rapat, menciptakan tekanan lalu lintas bagi kendaraan kecil
-Pembatas jembatan rendah muat ukuran lelaki dewasa sehingga risiko jatuh ke sungai lebih tinggi
Warga menilai kombinasi faktor tersebut sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan serupa.
“Kalau malam dan ada kabut, jarak pandang cuma beberapa meter. Kami sudah lama mengusulkan mengeluhkan penerangan,” ungkap seorang warga.
Temuan Darah di Pembatas Jembatan: Titik Kunci yang Masih Misterius
Ali, warga yang pertama kali mengecek lokasi, menunjukkan besi pembatas dengan bercak darah.
“Tadi malam darahnya masih baru. Motor ada, tapi pengendaranya tidak. Kami curiga dia jatuh ke sungai,” jelasnya.
Namun hingga kini, tidak ada saksi yang melihat langsung tubuh korban jatuh. Apakah korban terpental sebelum atau sesudah menghantam kaca? Apakah ada faktor lain yang membuat arah jatuhnya berubah?
Keberadaan bercak darah di posisi samping jembatan menuntut penjelasan lebih dalam.







