HLM TPID dan TP2DD se-Sumsel: Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Akselerasi Digitalisasi Daerah Menjelang HBKN Idulfitri 2026

Berita, Ekonomi, News200 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Selatan di Wyndham Opi Hotel Palembang (24/2).

Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, Kepala Daerah Kabupaten/Kota, pimpinan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota TPID dan TP2DD se-Sumatera Selatan.

HLM dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H sekaligus mendorong percepatan dan perluasan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di wilayah Sumsel.

Secara umum, perkembangan inflasi Sumatera Selatan tetap terkendali. Pada Januari 2026, inflasi tercatat sebesar 3,33% (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Namun demikian, secara historis periode Ramadan dan Idulfitri kerap mendorong peningkatan inflasi bulanan, terutama yang bersumber dari kelompok volatile food dan potensi penyesuaian administered prices.

Komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai merah dan cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, daging sapi, daging ayam ras, ikan, tomat, emas perhiasan, serta tarif listrik. Selain itu, risiko cuaca dan potensi gangguan distribusi turut menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara bersama.

Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Selatan selaku Ketua TPID Provinsi menegaskan bahwa pengendalian inflasi tahun 2026 harus diperkuat melalui strategi 4K, yaitu menjaga Keterjangkauan Harga, memastikan Ketersediaan Pasokan, melancarkan Distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif.

“Menjelang HBKN hampir selalu terjadi kenaikan harga. Kepala daerah harus rutin turun ke pasar dan segera mengambil langkah responsif,” tegasnya.

Herman Deru juga menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah selaku Ketua TPID Kabupaten/Kota untuk segera menindaklanjuti arahan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi mingguan, khususnya di daerah dengan tingkat inflasi relatif tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menekankan pentingnya penguatan langkah antisipatif menjelang HBKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *