Israel Diserang Roket dari Libanon, Dibalas Tembakan Meriam

Jakarta, PosKita.id – Positivity rate yang tinggi menunjukkan laju penularan kasus masih masif di masyarakat. Sehingga Dicky menilai penurunan kasus Covid-19 tidak bisa dilihat hanya dari angka positif harian yang menurun.

Perlu diketahui, angka kasus positif harian bisa menurun atau meningkat tergantung pada banyaknya jumlah testing dalam sehari.

Sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 27 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di Jawa-Bali, pemerintah menargetkan testing harian minimal 324 ribu sehari khusus di Jawa.

Namun data Satgas Covid-19 secara nasional per Selasa (3/8), misalnya, hanya ada 151.712 orang yang diperiksa dalam sehari. Sementara kemarin, Rabu (4/8) Satgas mencatat jumlah spesimen yang diperiksa hanya 242.328 unit.

Militer Israel menyatakan tiga buah roket diluncurkan dari Libanon. Satu diantaranya jatuh di sekitar perbatasan Israel dan dua roket sisanya menghantam wilayah negara pimpinan Perdana Menteri Naftali Bennet.

“Sebagai balasan, pasukan artileri (Israel) menyerang wilayah Libanon,” demikian menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Israel dalam pernyataan pers, seperti dikutip Reuters.

Dua jam setelah kejadian itu, militer Israel kembali melepaskan tembakan artileri ke arah target yang tidak dikenal di sepanjang perbatasan dengan Libanon.

Kawasan perbatasan Libanon sebagian besar sepi sejak Israel berperang melawan kelompok Hizbullah pada 2006 silam.

Badan Gawat Darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan tak ada korban akibat serangan itu. Menurut mereka roket-roket itu hanya menyebabkan kebakaran hutan.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket itu. Daerah itu dikuasai Hizbullah, kelompok milisi Syiah di Libanon yang bersekutu dengan Iran.

Serangan roket itu terjadi usai Iran dituduh oleh Israel melakukan serangan terhadap kapal tanker Mercer Street di lepas pantai Oman, pada 29 Juli lalu.

Kapal berbendera Liberia itu dioperasikan perusahaan asal Israel, Zodiac Maritime. Kapal itu diserang saat dalam perjalanan menuju Fujairah, Uni Emirat Arab, dari Dar Es Salaam, Tanzania.

Menanggapi serangan itu, Inggris, Rumania dan Liberia menyatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada kemungkinan Iran menggunakan lebih dari satu drone untuk menyerang kapal Mercer Street.

PM Israel, Naftali Bennett, mengatakan mereka bisa mengambil tindakan sendiri terhadap Iran jika memang diperlukan terkait serangan tanker itu.

Sedangkan Iran, selaku pihak tertuduh, membantah menyerang kapal tanker itu.

Sumber Berita : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *