Dilansir dari pmjnews.com, jembatan yang ambruk memiliki panjang 754 kaki atau sekitar 230 meter, yang dikenal sebagai “jembatan gantung”. Peristiwa mengerikan tersebut terjadi ketika jembatan penyeberangan di atas Sungai Machhu dipenuhi oleh wisatawan lokal yang sedang menikmati akhir pekan sekaligus liburan perayaan Diwali.
Dari data yang ada, jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Inggris pada abad ke-19 itu sempat ditutup selama enam bulan untuk renovasi. Baru dibuka lagi, pekan lalu. Jembatan yang dikenal sebagai Julto Pool itu memang situs populer bagi wisatawan di kawasan tersebut. Ratusan orang disebut memadati Julto Pool di saat bersamaan dan tak lama ambruk sekitar pukul 18.40 waktu setempat.
Sebelum insiden terjadi, video yang beredar di media sosial memperlihatkan jembatan penyeberangan itu sudah bergoyang karena dipadati pejalan kaki sejak siang hari. Selain karena usia infrastruktur yang sudah tua, jembatan itu disebut ambruk karena kelebihan muatan. Saksi mata mengungkapkan kepada Reuters, banyak anak-anak di jembatan itu yang jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus. (red)







