Kemitraan PMA-PMDN dan UMKM Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

News, PALEMBANG644 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Kemitraan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  dengan usaha besar dibutuhkan agar UMKM  dapat masuk dalam rantai produksi yang bermuara pada peningkatan kualitas, disamping mampu bertahan (survive) dan bersaing secara kompetitif. Karena itu kesepakatan  kemitraan yang dibangun  diharapkan akan  berkontribusi secara signifikan dalam  memacu  pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kerjasama  kemitraan ini  menunjukan Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri perhatian penuh   dalam memajukan UMKM.  Kita ingin real usaha itu konkrit, membina juga konkrit di samping  pembinaan dan pengawasan, ” ungkap Gubernur Sumsel H. Herman Deru  dalam arahannya ketika  membuka  Workshop Kemitraan dan Penandatanganan Surat Kesepakatan Kemitraan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM yang dilaksanakan di Hotel The Alts, Kamis (8/4) pagi.

Herman Deru menambahkan, kemitraan harus diperluas lebih lanjut dan dilembagakan sehingga terbentuk pola relasi yang saling menguntungkan antara UMKM dengan perusahaan besar. Karena itu dia menilai kemitraan UMKM dengan perusahaan besar menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumsel. Untuk itu Pemprov melalui  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)   akan  melakukan percepatan proses investasi.

“Kita akan permudah regulasi perizinan  agar investasi dari dalam dan luar negeri bisa tumbuh pesat, membuka lapangan kerja, hingga berkontribusi besar untuk menaikkan kelas UMKM melalui kemitraan usaha di Provinsi Sumsel,” imbuhnya.

Herman Deru juga mengintruksikan  DPMPTSP Provinsi Sumsel agar dapat terus memegang komitmen untuk mendorong pelaksanaan program kemitraan ini  dengan UMKM melalui pembinaan dan yang terpenting setiap daerah harus  ada icon yang ditonjolkan sesuai dengan potensi masing-masing Kabupaten/kota.

“Setiap Kabupaten/kota harus ada icon yang ditonjolkan agar ada keanekaragaman yang disesuaikan dengan potensi dari massing-masing daerah,” pungkasnya

Sementara Direktur Wilayah IV Kedeputian Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM-RI,   Yos Harmen mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang strategis, dimana kemitraan yang sedang digalakan BKPM  untuk mewujudkan investasi  perekonomian lokal  lebih berkualitas di masa pandemi.

“Kegiatan seperti ini patut kita apresiasi. Januari lalu kita juga  telah memetakan ada 56 pengusaha besar, dan  sekitar 196  UMKM  yang kita mitrakan di seluruh Indonesia. Program ini  akan terus dikembangkan agar ke depan investasi di Indonesia lebih membumi dengan melibatkan UMKM,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *