Kuliah Umum dan Bedah Buku ALDERA di Universitas IBA

News, PALEMBANG1455 Dilihat

“Untuk yang berada dilingkup kekuasaan contoh di legislatif mereka berjuang untuk Undang-Undang yang demokratis. Tapi perjuangan mereka tidak heroik yang membawa poster dan spanduk atau yang turun ke jalan,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universita IBA Dr Tarech Rasyid MSi menambahkan, kalau silihat dari kukiah umum dari bapak Pius dan dialog buku tadi bisa diambil kesimpulan bahwa di berbagai negara termasuk negara Indonesia perubahan itu selalu dilakukan oleh anak-anak muda khususnya mahasiswa di Indonesia termasuk di berbagai daerah.

“Ini setiap perubahan selalu disertai oleh peran anak-anak muda. Itu terlihat dari sejarah kita di tahun 1945 anak-anak muda seperti Bapak Soekarno, Bapak Hatta dan Bapak Syahril dan sebagainya. Kemudian di tahun 1966 ada Bapak Akbar Tanjung ada sebagainya. Ditahun 1974 ada Tokoh peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) tahun 1974 Bapak Hariman Siregar. Dan pada masa reformasi itu berbagai anak muda muncul,” bebernya

Tarech menjelaskan, demokrasi bagian dari cita-cita anak muda di masa reformasi.

“Tapi kalau kita lihat hari ini ancaman demokrasi terancam dengan adanya isu 3 periode, adanya isu penundaan pemilu ini menjadi ancaman serius dan demokrasi termasuk ada perpu terhadap undang-undang Cipta Kerja, yang jelas-jelas itu melanggar keputusan MK dan itu jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Artinya hari ini teman-teman yang memperjuangkan nilai-nilai demokrasi itu tentu saja akan melihat bagaimana Republik Indonesia kedepan,” tuturnya.

Tarech mengungkapkan, dari peristiwa tadi dari diskusi tadi tentu saja teman-teman mahasiswa anak muda terinspirasi bagaimana meluruskan jalannya republik ini menjadi cita-cita berbangsa berkeadilan sosial.

“Untuk mahasiswa setiap mahasiswa setiap zamannya selalu ada spiritnya. Kita berharap mahasiswa hari ini bisa melihat seluruh kebijakan-kebijakan politik maupun seluruh gejala-gejala yang muncul yang merupakan bagian dari proses kritisisme mahasiswa sendiri. Dengan kata lain mahasiswa setiap mahasiswa setiap zamannya akan melahirkan anak-anak muda yang kritis,” tandasnya. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *