Masa Pandemi, Badiklat Kejaksaan Semakin Kembangkan Inovasi Teknologi

Nasional, News1007 Dilihat

Jakarta, PosKita.id – Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat)  Kejaksan memanfaatkan perkembangan teknologi di bidang hukum. Inovasi yang hanya biasa dilirik untuk hiburan kini dimanfaatkan untuk penegakan hukum di masa pandemi.

Di bawah kepemimpinan Tony Tri Bagus Spontana sebagai Kepala Badan Diklat Kejaksaan, simulasi sidang pengadilan melalui perangkat Virtual Reality (VR) saat ini tengah dilakukan uji coba.

Perangkat ini sangat membantu para siswa yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ), dalam masa pandemi Covid-19.

“Perangkat ini hasil perenungan dan kerja keras teman-teman di Badiklat guna memberi solusi di tengah pandemi,” kata Kepala Badiklat Tony Tribagus Spontana, Senin (1/2).

Dalam artian,  pandemi bukan kendala untuk menyelenggarakan proses belajar-mengajar di Badiklat yang tetap berkualitas.Munculnya ide ini karena adanya kendala dalam proses simulasi persidangan.

“Pandemi bukan halangan untuk melahirkan jaksa-jaksa profesional dan berintegritas. Melalui VR, dibuat ruang persidangan di mana orang bisa bertemu dengan orang lain secara virtual. Ternyata penggunaan VR memenuhi syarat kediklatan, yaitu ilmu atau materi bisa disampaikan sempurna,” pungkas Tony.

Seperti yang dipraktikkan oleh Tony, mantan Kapuspenkum, Minggu (31/1) di Kantor Badiklat Kejaksaan peralatannya sederhana dan tidak memerlukan high technology.

Kacamata, seperti yang digunakan dalam game online, kabel dan (monitor) layar lebar dan alat pendukung lain.

Kesederhanaan alat tersebut berubah apresiasi saat digunakan dalam simulasi sidang.

Dia duduk di barisan kursi hakim dengan kedua mata tertutup ”kacamata” yang biasanya digunakan untuk main game online.

Masing-masing tangannya memegang perangkat berwarna gelap yang terhubung dengan ”kacamata” melalui seutas kabel.

”Sidang dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan saya buka dan dibuka untuk umum,” ujar Tony.

Berikutnya, tangan kanannya bergerak naik turun sebanyak tiga kali yang diiringi bunyi meja diketuk, ”tok, tok, tok” tanda persidangan dibuka. Bunyi meja diketuk tiga kali bukam karena Tony mengetuk palu di atas meja. Semua bisa terjadi, karena alat bantu teknologi.  Seakan-akan nyata, padahal virtual.

Kembali, ke praktik persidangan. Dalam ruangan simulasi dihadirkan layar lebar yang menampilkan  gambar ruang sidang pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *