Sementara itu, Ketua Pembangunan Masjid, Ir Deliar Marzoeki MM, IPM didampingi Ketua Yayasan Drs Muhammad Zairin, MA, dan Pengelola Yayasan Yuris mengatakan pembangunan yang dikelola Yayasan Haji Tjik Luwi Marzoeki Djamal Center (MDC) ini merupakan niatnya yang sejak lama ingin mewakafkan lahan seluas 1 hektare.
“Saya sangat berterima kasih Bapak Gubernur Herman Deru berkenan hadir. Acara yang sangat bersejarah bagi saya yaitu Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jamik Tjik Luwi Al Murhaniah. Hari ini saya merealisasikan niat saya mewakafkan 1 hektare lahan untuk Yayasan Tjik Luwi Marzuki Center.
Di lahan ini pertama kami dirikan masjid. Di areal ini akan dibangun beberapa bangunan gedung yang diperuntukkan buat sekolah berlantai 3 dan dipersiapkan untuk mondok dan belajar dari kelas tsanawiyah sampai aliyah. Untuk pertama ini kami untuk pria tapi yang wanita belum dititik beratkan untuk mondok. Selain mendirikan masjid kami juga mendirikan Rumah Tahfiz. Nama itu dari kedua orangtua saya. Saya selaku anak dari Tjik Luwi menghibahkan tanah ini untuk Yayasan Tjik Luwi Marzukie Jamal Center.
Menurutnya, pondok pesantren ini akan dibuat modern dengan bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib. Dengan berdirinya pondok pesantren ini akan muncul penghafal-penghafal Alquran muda.
Harapan saya siswanya dari seluruh wilayah se-Sumsel bahkan dari luar Sumsel. Dan kami tetap berinduk dengan Izatunna di bawah pimpinan Solihin Hasibuan,” ujar Deliar.
Dirinya berharap pembangunan Pondok Pesantren ini juga dalam rangka mendukung Pemerintah Provinsi dengan Program Satu Kelurahan Satu Tahfiz. Dirinya juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak yang tidak mengikat karena tujuan akhir dari pembangunan masjid dan kompleks pondok pesantren ini adalah dalam rangka melahirkan generasi Islamiah yang akan membentuk insan-insan takwa dan berkualitas baik secara ilmu pengetahuan maupun secara akhlak. (Rizky)












