Pemerintah Akan Lepas Stok Bulog Jelang Nataru

Nasional, News1237 Dilihat

Namun, bila cadangan belum terpenuhi hingga tenggat waktu tiba, maka pemerintah akan mengambil pilihan terkahir. Pilihan tersebut adalah impor beras.

Arief mengatakan, peran cadangan beras Bulog sangat penting, mengingat beras salah satu instrumen pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Yakni sebesar 3-4 persen, penyumbang inflasi dalam tiga bulan terakhir.

Termasuk sebagai stabilisasi pasokan dan harga beras, bantuan bagi korban bencana, hingga bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, sebagai instrumen pengendalian inflasi.

Ia meminta masyarakat tidak khawatir, sebab stok beras yang ada saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Nataru. Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi beras di bulan November-Desember mencapai 3,2 juta ton.

Sementara, kebutuhan konsumsi beras di angka 2,5-2,6 juta ton per bulan. Sehingga selisihnya, katanya, berkisar 2 juta ton.

“Dengan stok yang ada dari panen-panen sebelumnya kebutuhan beras Nataru cukup. Kita menjamin stok beras cukup,” ucapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *