Pertengahan Tahun, Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Sumsel Stabil

Ekonomi, News1499 Dilihat

Sedangkan, pada sektor IKNB posisi Mei-2023, pembiayaan di Sumatera Selatan merupakan tertinggi ke-9 secara nasional dengan nilai sebesar Rp16,62 triliun dan rasio Non Performing Financing (NPF) cukup rendahdibanding provinsi lainnya yaitu 2,03 persen. Pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh sektor Perdagangan, sementara Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Akumulasi premi sektor asuransi umum selama periode Triwulan 1 2023 mencapai Rp1,13 triliun, atau tumbuh 37,71 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan nilai klaim yang mencapai Rp341 miliar atau 77,60 persen (yoy). Berbeda dari asuransi umum, di sektor asuransi jiwa, justru mengalami penurunan akumulasi premi yaitu 20,60 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp894 miliar, yang juga diringi dengan penurunan nilai klaim sebesar Rp895 miliar atau 0,67 persen(yoy).

Per April 2023, sektor dana pensiun juga tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 5,5 persen (yoy)dengan nilai aset sebesar Rp5,14 triliun dan total pengelolaan investasi mencapai Rp4,95 triliun tumbuh 6,2 persen (yoy),” imbuhnya.

Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Sejak awal Januari hingga 30 Juni 2023, OJK telah menerima 2.889 permintaan layanankonsumen di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk 244 pengaduan. Dari pengaduan tersebut, sebanyak 106 merupakan pengaduan sektor Perbankan, 2 merupakan pengaduan sektor Pasar Modal, dan 136 merupakan pengaduan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Atas pengaduan tersebut, OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan, baik yang berindikasi sengketa maupun yang tergolong indikasi pelanggaran, dengan tingkat persetujuan solusi mencapai 79,92 persen.

Di sisi pemberantasan pinjaman online ilegal dan investasi ilegal, OJK bersama seluruh anggota Satgas Waspada Investasi (SWI) dari 12 Kementerian/Lembaga meningkatkan koordinasi dalampenanganan investasi dan pinjaman online ilegal, termasuk dalam kegiatan pencegahan melalui kegiatan edukasi secara masif.

“Terdapat 11 layanan konsumen berupa pertanyaan atau pemberian informasi terkait investasi ilegal dan 465 layanan konsumen terkait pinjaman onlineilegal, terbanyak di Kota Palembang,” kata dia.

Untuk mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan, per 30 Juni 2023 OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan telah melaksanakan 72 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 16.876 orang peserta.

Kegiatan ini bersinergi juga dengan Kementerian/ Lembaga, PemerintahDaerah, Lembaga Jasa Keuangan, dan stakeholder lainnya melalui peran Tim Percepatan AksesKeuangan Daerah (TPAKD) sebagai forum koordinasi akselerasi perluasan akses keuanganregional untuk menunjang pemerataan literasi dan inklusi keuangan nasional. (FA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *