“Lima daerah di Sumsel ini memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ucapnya.
Tak hanya itu, dalam sambutannya, Mentan RI juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja dengan keras mensukseskan program Food Estate.
“Kita mendorong daerah melalui program Food Estate untuk melakukan ekspor pangan. Ini bisa kita wujudkan jika program Food Estate sukses,” tegasnya.
Syahrul menjelaskan, sektor pangan menjadi komoditi yang tidak terdampak selama pandemi Covid-19. Komoditas aman tersebut seperti, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, gading ayam, telur ayam ras dan minyak goreng.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, lima kabupaten yang termasuk dalam program Food Estate ini harus bekerja keras, kerja serius dalam berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Lima daerah di Sumsel ini berkontribusi dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok bagi 273 juta penduduk Indonesia,” katanya.
Herman Deru mengatakan, berbagai persoalan petani yang sering terjadi menyangkut masalah lahan dan pupuk. Bermitra dengan Pupuk Sriwidjaja (Pusri), menjadi solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk.
“Semua pihak bergotong-royong menyerap padi petani. Kita membeli dengan Bulog. Tujuannya untuk menjamin penyerapan hasil panen petani Sumsel,” pungkasnya. (Rizky)













