Informasi terkait terorisme yang diberikan oleh DGST kepada layanan keamanan Prancis sangat relevan dan akurat. DGST menyajikan data pribadi tersangka utama dan data identitas elektroniknya, serta proyek teroris yang sedang dia persiapkan. Termasuk informasi percakapan dan komunikasi yang bersangkutan saat berkoordinasi dengan kelompok organisasi teroris ‘Daesh’.
Pihak berwenang Prancis diberi tahu tepat pada waktunya, di saat tersangka utama berada di tahap akhir dalam melaksanakan rencana terror dengan meledakan diri di dalam tempat ibadah. Selain itu, dia juga berencana menyasar warga yang sedang beribadah membunuh dan melukai mereka dengan pedang besar sebelum meledakan dirinya sendiri.
DGST juga memberikan informasi kepada pihak berwenang Prancis tentang tingkat ekstremisme yang ditarget oleh teroris berjenis kelamin wanita itu. Termasuk niatnya untuk segera melakukan tindakan pembunuhan dan pemenggalan kepala warga yang diinspirasi oleh video dan konten digital yang disebarluaskan oleh organisasi teroris ‘Daesh’.
Sistem berbagi informasi antara Maroko dengan Prancis ini merupakan bagian dari komitmen Maroko terhadap mekanisme kerja sama internasional dalam perang melawan organisasi teroris. Juga, pola ini sebagai upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di dunia, penguatan kerja sama DGST dan badan intelijen Prancis di bidang kontra-terorisme. Hal tersebut penting sekali dalam menghadapi munculnya kembali ancaman ekstremisme kekerasan yang menargetkan keselamatan dan keamanan warga kedua negara. (red/ril)







