Dalam sambutannya Krisna selaku General Manager PHM mengatakan PHM dalam menjalankan kegiatan CSR nya berdasarkan pada 5 (lima) pilar program yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Kebudayaan, dan Lingkungan. Sejalan dengan program Lingkungan, PHM melaksanakan program di wilayah TPAS Manggar yaitu pemanfaatan Gas Methane dari TPAS Manggar sebagai energi alternatif yang dikelola oleh masyarakat.
“Pemanfaatan gas methane yang telah dimulai sejak tahun 2018 ini telah dapat disalurkan untuk 300 sambungan rumah dan dinikmati sebanyak 998 jiwa, 12 usaha UMKM serta pemanfaatan gas methane oleh TPA untuk genset penerangan,” kata Krisna.
Selain itu, sehubungan dengan program REHAB DAS (Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai), Krisna menjelaskan PHM telah melaksanakan program ini dari tahun 2018 yang ditargetkan selesai pada tahun 2025.
“PHM diberi kepercayaan untuk melakukan penanaman dengan luas penanaman REHAB DAS adalah 2.189 Ha dimana sudah tertanam seluas 1.129,82 Ha dengan lokasi REHAB DAS berada di Kawasan Hutan Produksi Kendilo Kabupaten Paser, dan jenis tanaman yang ditanam adalah jenis kayu-kayuan dan multi proposed timber spesies (MPTs) dengan 1.367.102 tanaman, dimana nanti juga akan kita lihat secara detail progress penanaman PHM untuk kewajiban REHAB DAS,” ujar Krisna.
Sebelumnya, sebagai bagian dari rangkai kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko didampingi Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Azhari dan rombongan SKK Migas, melakukan kegiatan serah terima gedung produktivitas tenaga kerja kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegera, Kamis (6/10).
Selain itu rombongan SKK Migas juga melakukan kunjungan kerja dan penanaman pohon di wilayah kerja yang dioperasikan oleh ENI Muara Bakau, termasuk didalamnya mengunjungi program pemberdayaan masyarakat dibidang pertanian di Joglo Tani Samboja, Kutai Kartanegara. (red)







