“Kita perlu segera tandatangani IT-CEPA untuk mempercepat pencapaian target volume perdagangan yang telah ditetapkan. KBRI terus menggunakan semua kesempatan untuk mendesak percepatan finalisasi perjanjian tersebut,” terang Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan pentingnya penandatanganan perjanjian IT-CEPA.
“Kita harapkan bagian-bagian pentingnya sudah dapat disepakati sebelum kunjungan Presiden Turki ke Jakarta di paruh kedua tahun ini”, imbuh Dubes Iqbal.
Selain membahas masalah IT-CEPA, dalam pertemuan pertamanya dengan mitra Turki, rombongan GKSB juga membahas dengan mitranya isu-isu lain dalam hubungan bilateral antara lain kerjasama penyiaran, kerjasama parlemen terkait isu-isu global .
Rombongan GKSB Indonesia-Turki DPR RI akan berada di Ankara pada tanggal 29-31 Maret 2021. Selama berada di Ankara, selain bertemu dengan mitranya di parlemen Turki, rombongan juga melakukan pertemuan dengan CEO TRT (perusahaan penyiaran radio dan televisi Turki), KADIN Turki, Wakil Menteri Industri dan Teknologi Turki serta Wakil Menteri Kesehatan Turki. (red/ril)







