Ia menjelaskan bahwa ada beberapa persyaratan agar buah kelapa laik untuk diekspor. Salah satunya kualitas buah kelapa mulai dari besarannya, sabut kelapanya.
“Saat pengiriman tidak boleh tumbuh. Dulu pernah, ekspor buah kelapa kita dikembalikan karena tumbuh saat tiba di negara tujuan. Itu karena kesalahan panen, kelapa dialirkan melalui sungai sehingga basah. Dan pengiriman lama sehingga buah kelapanya tumbuh. Nah, untuk ekspor kedepan kita harus benar benar memenuhi persyaratan yang diminta negara luar,” jelasnya.
Agar terus bisa memenuhi kebutuhan ekspor kelapa, Agus mengungkapkan, pihaknya memiliki program mengembangkan 100 ribu hektar perkebunan kelapa di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel terutama yang memiliki potensi.
“Harapan kita kedepan, Dinas Perdagangan ikut membina petani kelapa, agar ekspor kelapa kedepan lebih baik lagi,” pungkas dia. (Rizky)











