Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah se-Sumsel Dorong Kestabilan Harga dan Digitalisasi Daerah

Melalui Penyelenggaraan Rapat Koordinasi, Capacity Building, dan High Level Meeting

Berita, Ekonomi786 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi pengendalian inflasi dan mempercepat transformasi digital daerah, telah dilaksanakan rapat koordinasi, capacity building, dan High Level Meeting (HLM) di Palembang pada 8 Juli 2025. Kegiatan tersebut didahului oleh rapat koordinasi bersama seluruh pemerintah kab/kota se-Sumsel dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Drs H. Edward Chandra MH.

Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah program kerja strategis disepakati untuk dilaksanakan hingga akhir tahun 2025.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala BMKG Sumsel, Dr Wandayantolis menyampaikan bahwa kondisi cuaca hingga akhir tahun diperkirakan akan cenderung bersahabat dengan musim kemarau yang lebih singkat, sehingga diharapkan dapat menunjang produktivitas sektor pertanian.

Sementara itu Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga menjelang periode libur sekolah dan akhir tahun yang kerap memicu peningkatan permintaan.

Pada rapat koordinasi TPID, turut disampaikan evaluasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) selama Semester I tahun 2025. Evaluasi tersebut menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh kabupaten dan kota di Sumsel, antara lain faktor cuaca, ketersediaan pasokan, serta keterbatasan anggaran.

Selain menyoroti tantangan, rapat ini juga mengulas program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang semester pertama serta rencana aksi yang akan dilakukan hingga akhir tahun.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Mochamad Edy Yusuf, untuk memberikan pemahaman di capacity building kepada peserta. Rapat ditutup dengan menghasilkan beberapa rekomendasi yang kemudian dibawa ke HLM.

Dalam sesi High Level Meeting (HLM) TPID, Wakil Gubernur Provinsi Sumsel, H Cik Ujang menyepakati beberapa program yang akan dilakukan hingga akhir tahun, yaitu (i) melakukan peningkatan produksi pertanian dan KAD, melakukan operasi pasar murah salah satunya menggunakan Bantuan Tak Terduga (BTT), melakukan sidak pasar dan analisis penyebab volatilitas harga serta koordinasi dengan distributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *