Bandung, PosKita.id – DPD Partai Demokrat Jawa Barat membantah semua pernyataan yang disampaikan oleh Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat yang mengaku telah menerima banyak keluhan, kegundahan hingga kekecewaan dari para kader Partai Demokrat di daerah.
Salah satunya ihwal tuduhan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menerapkan pungutan iuran dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat dari semua daerah.
“Tidak benar itu. Tidak ada pungutan iuran yang diminta DPP kepada DPD dan DPC Partai Demokrat di Jabar sejak AHY memimpin atau sebelum AHY, yang ada hanya kontribusi seikhlasnya dari para kader dan yang biasanya kondisional kalau ada acara saja,” tutur Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Sugianto Nangolah, kepada poskita.id saat dihubungi dari Bandung, Rabu (3/2)
Uang kontribusi itu pun demi kepentingan kader Partai Demokrat sendiri atau DPD dan DPC-nya, karena uang kontribusi tersebut untuk menghidupkan mesin partai, membiayai operasional partai mulai dari tingkat DPD sampai DPC-nya masing-masing. Uang kontribusi tersebut hal yang lumrah dalam setiap partai bahkan organisasi mana pun.
“Bukan uang pungutan iuran, itu kontribusi untuk mesin partai untuk mengurusi partai di DPD dan DPC-nya masing-masing. Partai itu perlu diurus, dibiayai dari uang kader sendiri. Kader (Partai Demokrat) harus mengurus partainya bukan minta diurusi partai,” kata Sugianto.
Politisi senior Partai Demokrat Jabar ini pun membantah soal pernyataan Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat yang mengatakan AHY menjanjikan subsidi operasional 50% dari DPP. Menurutnya, selama AHY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat tidak pernah menjanjikan subsidi operasional partai di daerah sebesar 50%. Semua pembiayaan partai di daerah merupakan tanggung jawab bersama, DPD dan DPC-nya masing-masing yang berasal dari kontribusi dari kadernya masing-masing di daerah.







