Arief juga menyoroti tren meningkatnya investor muda di Indonesia. Berdasarkan data, lebih dari 54 persen investor di pasar modal merupakan generasi muda berusia di bawah 30 tahun.
“Hal ini menunjukkan bahwa anak muda saat ini bukan lagi calon pelaku pasar, melainkan telah menjadi pelaku utama. Namun demikian, kualitas pemahaman investasi tetap perlu diperkuat agar generasi muda tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga matang dalam kapasitas dan tahan terhadap risiko,” ujar Arief.
Ia menambahkan, tingkat inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 80,51 persen perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan yang saat ini berada pada kisaran 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara optimal.
“Jangan sampai keputusan investasi hanya didasarkan pada tren sesaat atau fear of missing out (FOMO). Investasi tanpa pemahaman bukanlah peluang, tetapi justru dapat menjadi risiko,” kata dia.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan sesi talkshow dan diskusi interaktif bersama narasumber dari berbagai institusi, yaitu Iwan Chandra dari Bank Indonesia, Dewa Ekayana dari Kementerian Keuangan RI, Grani Ayuningtyas Harmani dari OJK, Handika Rahman dari LPS, serta Ayu Sara Herlia-Hinch selaku Financial Literacy & Inclusion Specialist.
Materi yang disampaikan mencakup peran anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pentingnya investasi, ragam instrumen investasi, hingga tips memulai investasi bagi generasi muda di era digital.
Bank Indonesia berharap melalui kegiatan ini para peserta semakin memahami pentingnya menabung, berinvestasi secara legal dan aman, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mampu menyusun perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Mahasiswa juga diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan perilaku keuangan sehat di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat.
Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi keuangan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan guna menciptakan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas finansial serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan LIKE IT 2026 dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan di @bank_indonesia_sumsel. (FA)













