“Sehingga dikhawatirkan dapat terjadi peningkatan potensi Karhutla. Seperti yang terjadi pada tahun 2019,” jelasnya.
Musim kemarau tersebut, lanjut Dwikorita, sesuai dengan prediksi yang pernah disampaikan BMKG pada Oktober tahun 2022 lalu. Di mana diprediksikan kondisi La Nina akan makin melemah dan transisi menuju kondisi netral.
“BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, pemprov, dan pemkab setempat terus berkoordinasi dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan persiapan. Sekaligusperingatan dini menghadapi karhutla, termasuk menyiapkan skenario operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC),” ujarnya.













