Kedua adalah kenaikan harga avtur pada April 2022. Kenaikan ini berimplikasi pada kenaikan tarif angkutan udara. Kemudian, ketiga yaitu momen Ramadan dan Idul Fitri pada Mei 2022 yang memicu kenaikan harga pangan.
Keempat, anomali cuaca yang menyebabkan gagal panen untuk tanaman holtikultura. Kelima adalah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar 30,72%, solar naik 32,04% dan Pertamax yang naik 16%.
Terakhir, kata Margo, adalah momen libur sekolah yang mendorong sisi permintaan untuk pangan dan transportasi. Enam peristiwa ini yang turut mendorong inflasi pada tahun 2022. (red)













