BPS: Inflasi OKI Stabil di Bawah Target Nasional

OKI1013 Dilihat

“Komoditas penyumbang inflasi secara m-to-m, antara lain Bahan Bakar Rumah Tangga (0,24%), Cabai Rawit (0,20%), Ketimun (0,09%), Ayam Hidup (0,04%), Cabai Merah (0,04%), dan Daging Ayam Ras (0,03%),” terang dia.

 

Hani menekankan bahwa pemerintah daerah perlu menjaga keseimbangan antara inflasi dan deflasi untuk stabilitas pertumbuhan ekonomi.

 

“Deflasi bukan berarti baik, inflasi belum tentu juga berdampak buruk terhadap perekonomian karena jika terus-menerus deflasi artinya daya beli masyarakat menurun. Itu yang harus dijaga,” terang dia.

 

Menanggapi hal tersebut, Pj. Bupati OKI mengapresiasi capaian yang telah ditorehkan oleh tim pengendalian inflasi daerah (TPID).

 

“Saya mengapresiasi tim inflasi daerah yang telah bekerja keras untuk mengelola inflasi dari waktu ke waktu,” tuturnya.

 

Dia menekankan bahwa menekan laju inflasi di OKI bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, langkah itu perlu dilakukan, mengingat dampaknya bagi ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

 

“Bukan soal laporan penilaian Pj. Bupati tetapi inflasi ini mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat,” tuturnya. (SF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *