Jakarta, Poskita.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan respon perubahan iklim jangan hanya dijadikan slogan. Melainkan harus dijadikan aksi nyata sebagai wujud dari respon perubahan iklim.
“Paling menyentuh sektor ketahanan pangan, musim berubah. Paling terpukul pertanian, petani garam tidak akan bisa menanam garam,” kata Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, Selasa (8/11/2022).
Menurutnya, Pulau Jawa paling rentan terhadap krisis iklim. Selain itu, menurutnya Pulau Jawa merupakan sentra pangan.
“Maka menurut saya lakukan action plan. Mulai dari hulu, BRIN, BMKG, baru BNPB, lalu baru KKP, Kementan,” katanya.







